A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/Document.php

Line Number: 69

Backtrace:

File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 69
Function: _error_handler

File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once

@thesis{thesis, author={Muntaha and Naffis }, title ={تغير الفعل الثلاثي المجرد بالمورفيم الاشتقاقي والمورفيم التصريفي في قاموس عربي - إندونيسي}, year={2011}, url={http://digilib.uinsby.ac.id/9196/}, abstract={Derivasi dan infleksi merupakan kajian dalam linguistik yang membahas tentang proses perubahan kata. Kedua istilah itu telah sering ditemui baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Dalam skripsi ini akan membahas tentang perubahan kata yang terdapat dalam kamus bahasa arab dengan judul Taghayurul Tsulasi Mujarrad bil Murfim isytiqaq wal murfim shorf fi Qamus Arabi- Indonisi, yang ditulis oleh prof. Dr. H. Mahmud Yunus. Sebagaimana istilah derivasi dan infleksi yang ada dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris, dalam sekripsi akan membahas tentang hal yang sama, yaitu morfem isytiqaq (derivasi), dan morfem sorf (infleksi). Dengan beberapa rumusan dibawa ini: 1. Apakah morfem isytiqaq dan morfem shorf itu? 2. Apakah fiil madhi berubah sebab adanya morfem isytiqaq dan morfem shorf? Dari beberapa indikator pertanyaan diatas maka dibawah ini adalah beberapa hipotesa dari hasil yang ditemukan peneliti : 1. morfem isytiqaq (derivasi), merupakan perubahan kata yang mempengaruhi pada perubahan kelas kata tersebut, yakni kata yang semula merukan fiil akan berubah menjadi isim, sifat, dll. Sedangkan morfem sorf (infleksi) adalah perubahan kata tanpa adanya perubahan pada awal kelas katanya, kata yang semula fiil tetap menjadi fiil, yang semula isim tetap menjadi isim, dsb. 2. Adapun analisis yang digunakan dalam sekripsi ini, peneliti menggunakan teori dalam amstilati sorfiyah, yakni dari beberapa perubahan yang ada kemudian dipilah dan digolongkan berdasarkan jenis derivasi dan infleksi. Untuk memudahkan dalam penelitian maka penelitian ini difokuskan dalam fiil madli yang shohih binaknya, dan hanya kata yang ada artinya. Setelah dilakukan penelitian ditemukan 116 jumlah fiil mutaadi. Dengan jumlah yang ada telah dianalisis sebagaimana kualifikasi dibawah ini: a. Morfem isytiqaq (derivasi) : Fiil madli (kata asal) membentuk kata baru yaitu: - isim masdar, 92 kata - isim fail, 40 kata - isim mafâ??ul, 19 kata - isim zaman/ makan, 25 kata - isim alat. 28 kata b. Morfem shorfi (infleksi): Fiil madli (kata asal) membentuk kata baru, yaitu: - fiil mudlorek, tidak ada - fiil amar tidak ada - afâ??al zaidah (fiil tsulasi dengan tambahan huruf), dengan beberapa wazan berikut: Ù?Ù?عÙ?Ù?Ù?Ù? : 53 kata Ù?Ù?اعÙ?Ù?Ù? : 24 kata اÙ?Ù?Ù?تÙ?عÙ?Ù?Ù? : 23 kata تÙ?Ù?Ù?عÙ?Ù?Ù?Ù? : 28 kata اÙ?سÙ?تÙ?Ù?Ù?عÙ?Ù?Ù? : 6 kata اÙ?Ù?Ù?عÙ?Ù?Ù? : 18 kata تÙ?Ù?Ù?اعÙ?Ù?Ù? : 5 kata اÙ?Ù?Ù?Ù?Ù?عÙ?Ù?Ù? : 16 kata Demikian pengelompokan yang telah dilakukan, adapun jika ditemukan pebentukan kata yang lain, selain klasifikasi diatas itu bukan merupakan pembahasan dalam skripsi ini.} }