@thesis{thesis, author={Nawangsih Umu Hani Edi and Nurtanti Nurtanti}, title ={Hubungan Lama Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RSIA ‘Aisyiyah Muntilan Magelang Tahun 2010}, year={2010}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/1615/}, abstract={Lama ketuban pecah dini adalah jarak waktu antara pecahnya ketuban dan lahirnya bayi lebih dari 24 jam yang mempunyai peranan penting terhadap timbulnya plasentitis dan amnionitis. Lama ketuban pecah dini akan berdampak pada kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Asfiksia merupakan penyebab terbanyak kematian pada bayi baru lahir. Penanganan yang baik pada asfiksia dapat menekan angka kematian bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan lama ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSIA ?Aisyiyah Muntilan Magelang tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey yang bersifat korelasi dengan pendekatan waktu kohort retrospektif. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Populasi penelitian ini berjumlah 381 kasus. Sampel penelitian berjumlah 151 kasus dengan metode pengambilan sampling jenuh. Dengan analisa statistik menggunakan korelasi Spearmen rho. Hasil uji analisa data dengan Spearmen rho diperoleh nilai koefisien korelasi Spearmen rho sebesar -0,079. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan lama ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Saran untuk bidan di instansi terkait, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan lebih mengenai penanganan yang tepat untuk ibu hamil yang mengalami lama ketuban pecah dini sehingga dapat meminimalkan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.} }