@thesis{thesis, author={Handhi Riska and Khotimah Siti}, title ={PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN LATIHAN CORE STABILITY PADA SENAM DM TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DM DI PUSKESMAS BAMBANGLIPURO}, year={2017}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/2440/}, abstract={Latar Belakang: Angka kejadian DM (Diabetes Melitus) di Kabupaten Bantul di urutan 3 kunjungan ralan puskesmas termasuk Puskesmas Bambanglipuro. Kemudahan askes mengurangi aktifitas fisik ditambah asupan makanan yang kurang seimbang menjadi salah satu faktor resiko DM. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan latihan core stability pada senam DM terhadap kadar gula darah pasien DM Metode Penelitian: Jenis penelitian experimental pre test and post test two group design, 16 pasien DM menjadi sampel dengan purposive sampling. Sampel menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I mendapatkan perlakuan senam DM, 3 kali seminggu selama 2 minggu, kelompok II mendapatkan penambahan latihan core stability pada senam DM, 3 kali seminggu selama 2 minggu. Penelitian menggunakan alat ukur spektrofotometer untuk mengukur kadar gula darah. Uji normalitas dengan Shapiro wilk test, uji homogenitas data dengan Lavene?s test. Uji Paired Sample t test untuk mengetahui penurunan kadar gula pada kedua kelompok. Independent Sample t test untuk menguji beda pengaruh intervensi kelompok I dan II. Hasil: Hasil uji paired sample t test pada kelompok I adalah p = 0,004 (p<0,05) menunjukkan senam DM berpengaruh terhadap penurunan kadar gula dan kelompok II p=0,059 (p>0,05) menunjukkan bahwa penambahan core stability tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar gula. Hasil Independent Sample t test p 0,094 menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh penambahan latihan core stability pada senam DM terhadap penurunan kadar gula darah. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh penambahan latihan core stability pada senam DM terhadap kadar gula pasien DM. Saran: Pengambilan sampel darah minimal 30 menit setelah intervensi, kontrol aktifitas dan diit.} }