@thesis{thesis, author={Dhiah Novalina S.Si. and Fenny Risna Sari BR Regar 1711304102 and Monika Putri Solikah S.ST.}, title ={LITERATURE REVIEW: PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK SAMBILOTO (Andrographis paniculata) dengan EKSTRAK PEPAYA (Carica papaya Linn) SEBAGAI ANTIMALARIA Plasmodium falciparum}, year={2021}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6273/}, abstract={Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan umur dari anak-anak hingga lansia dan dapat menyebabkan kematian. Segala upaya dalam melakukan pencegahan terhadap malaria terhambat oleh resistensi berbagai obat antimalaria. Sehingga perlu dilakukan pencarian obat baru yang berasal dari tumbuhan, dimana efeknya tidak berbahaya bagi tubuh manusia, namun berbahaya bagi parasit malaria. Tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat antimalaria antara lain sambiloto (Andrographis paniculata) dan pepaya (Carica papaya Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan sambiloto dan pepaya sebagai antimalaria, melihat perbandingan uji efektivitas antimalaria ekstrak sambiloto dan pepaya terhadap Plasmodium falciparum, membandingkan kedua ekstrak tersebut manakah yang lebih efektif sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Tumbuhan sambiloto dan pepaya dapat menghambat pertumbuhan parasit yang diakibatkan Plasmodium falciparum. Sambiloto dan pepaya memiliki beberapa senyawa yang berkhasiat sebagai antimalaria antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Dari kedua ekstrak tersebut pepaya memiliki potensi lebih aktif sebagai antimalaria Plasmodium falciparum. Ekstrak tumbuhan sambiloto dan pepaya aktif sebagai obat herbal antimalaria Plasmodium falciparum. Sambiloto dan pepaya mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antimalaria.} }