@thesis{thesis, author={Agung Nugroho AMG. and Edi Ferdiantoro 1711401004 and Nor Eka Noviani S.Gz.}, title ={Dampak pandemi covid-19 terhadap angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Depok II}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6292/}, abstract={Permasalahan stunting di Iindonesia masih menjadi masalah yang menjadi fokus yang tertuang dalam percepatan penurunan stunting. Prevalensi stunting cenderung mengalami penurunan, namun setelah mewabahnya COVID-19 yang berlanjut pada masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri baik bagi pemerintah maupun pelayanan kesehatan dasar seperti di Puskesmas. Puskesmas Depok II merupakan salah satu fasilitas layanan kesehatan dasar yang di masa pandemi COVID-19 menanggulangi kasus COVID-19 juga stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 terhadap angka stunting di wilayah kerja puskesmas Depok II, Kabupaten Sleman. Metode penelitian yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Mendeskripsikan karakteristik balita stunting berdasarkan jenis kelamin dan usia serta prevalensi stunting di masa pandemi COVID-19 kemudian mendeskripsikan dampak terhadap berbagai aspek lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita stunting dengan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan tahun 2019 (55,3%) dan tahun 2020 (57,9%), frekuensi stunting tertinggi pada rentang usia 24-59 bulan (63,8%) tahun 2019 dan (66,3%) tahun 2020 serta prevalensi stunting turun sebesar 3,1%. Pandemi COVID-19 memiliki dampak terhadap berbagai aspek seperti aspek ekonomi yang cenderung mengalami penurunan karena pengangguran dan pendapatan masyarakat menurun. Aspek kesejahteraan yang dilihat dari meningkatnya perselisihan dilingkup keluarga karena perekonomian. Aspek sosial memiliki dampak terhadap psikologis anak dan karena pembatasan kegiatan sosial. Kesimpulan diperoleh bahwa Pandemi COVID-19 memiliki dampak dalam menurunkan angka stunting di wilayah kerja puskesmas Depok II. Selain itu, pandemi COVID-19 memiliki dampak terhadap berbagai macam aspek. Oleh karena itu, perlunya tindakan lebih lanjut dan partisipasi bersama untuk menangani stunting.} }