@thesis{thesis, author={Rohayati Masitoh S.Kep. and Rosiana Nur Imallah S.Kep. and Wibi Showaby Miftah 1810201115}, title ={Hubungan beban kerja dengan burnout perawat pada era pandemi Covid 19 di Instalasi Rawat Inap Rsud Panembahan Senopati Bantul}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6491/}, abstract={Perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, pada tanggal 12 Maret 2020 covid 19 masuk ke Indonesia, hal ini menyebabkan bertambahnya beban kerja pada perawat dan berdampak pada keadaan jiwa maupun fisik perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini dilakukan guna mengidentifikasi hubungan beban kerja dengan burnout pada perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif correlation dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional, sampel yang digunakan yaitu random sampling menggunakan lembar kuesioner beban kerja yang diadopsi dari Nursalam (2020) dan kuesioner Maslach Burnout Inventori (1981). Analisa data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Beban Kerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul, didapatkan hasil bahwa penilaian beban kerja mayoritas adalah dengan kategori ringan yaitu sebanyak 33 responden (51,6%), sedangkan paling sedikit yaitu dengan kategori berat yaitu sebanyak 7 responden (10,9%), dan dengan kategori sedang yaitu sebanyak 24 responden (37,5%). Kejadian burnout didapatkan hasil bahwa 56 responden (45%) tidak mengalami gejala burnout, dan 8 responden (12,5%) mengalami gejala burnout. Dengan keeratan koefisien 0,020, yang berarti keeratan hubungan antara dua variabel sebesar 02% hal ini menunjukan bahwa beban kerja tidak mempengaruhi kejadian burnout. Hasil penelitian ini dengan mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout perawat pada era pandemi covid 19 di Instalasi Rawat Inap Panembahan Senopati Bantul, sehingga dapat diketahui tidak ada hubungan antara beban kerja dengan burnout pada perawat, diharapkan dapat lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dalam lingkup manajemen keperawatan.} }