@thesis{thesis, author={Dita Kristiana S.ST and Firdona Adi Putra 1810301185 and Rizky Wulandari SST}, title ={Pengaruh pemberian pursed lip breathing terhadap peningkatan peak exspiratory flow pada penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) : narrative review}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6533/}, abstract={Latar Belakang: PPOK merupakan sebuah penyakit diakibatkan karena terdapatnya sebuah penyumbatan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh emfisema dan bronchitis kronis. Pada PPOK jalan nafas menjadi menyempit dan mengakibatkan penurunan Peak Expiratory Flow (PEF). Peak Expiratory Flow (PEF) atau arus puncak ekspirasi adalah pencapaian aliran udara tertinggi pada saat ekspirasi serta gambaran perubahan ukuran jalan nafas yang semakin membesar. Pursed Lips Breathing merupakan suatu latihan pernafasan dengan cara merapatkan bibir yang bertujuan untuk melambatkan ekspirasi, mencegah kolaps unit pada paru, serta membantu pasien dalam mengendalikan frekuensi pernapasan dan kedalaman pernapasan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan Peak Ekspiratory Flow pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population/Patient/Problem, Intervention, Comparation, and Outcome). Jurnal yang dicari berasal dari 3 database yaitu Google Scholar dengan hasil 147 artikel Pubmed 1 artikel dan ScienceDirect 79 artikel. Hasil : Dari pencarian keseluruhuan 3 database berjumlah 226 artikel, setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta screening full text diperoleh 10 jurnal yang membuktikan pengaruh pemberian Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan Peak Exspiratory Flow pada penderita penyakit Paru obstruktif kronis (PPOK). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian Pursed Lip Breathing terhadap peningkatan Peak Exspiratory Flow pada penderita penyakit Paru obstruktif kronis (PPOK).} }