@thesis{thesis, author={Nida Rifdah Rofifah 1810301024 and Rizky Wulandari SST and Siti Khotimah SST.FT.}, title ={Hubungan latihan frekuensi motorik halus terhadap konsentrasi belajar pada siswa autis di Sekolah Luar Biasa Yogyakarta}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6536/}, abstract={Latar belakang: Autis tidak digolongkan penyakit tetapi suatu kumpulan gejala kelainan perilaku dan kemajuan perkembangan, dengan kata lain pada anak autis terjadi kelainan emosi, intelektual, dan kemauan. Hambatan belajar dapat muncul dalam banyak bentuk, salah satunya adalah hambatan kognitif termasuk dalam konsentrasi belajar. Konsentrasi belajar siswa akan memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil belajar yang diperoleh. Frekuensi latihan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar anak. Artinya, ketika latihan motorik halus dilakukan dengan sesering mungkin maka akan berpengaruh kepada tingkat hasil belajar yang berkaitan juga dengan konsentrasi belajar siswa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan frekuensi latihan motorik halus terhadap konsentrasi belajar pada siswa autis di sekolah luar biasa Yogyakarta. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa autis yang bersekolah di sekolah khusus autisme bina anggita Yogyakarta berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan uji korelasi menggunakan spearman?s rank correlation. Hasil penelitian: Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan selama 3 hari. Dalam penelitian ini didapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0.761 yang artinya >0.05 sehingga tidak adanya hubungan frekuensi latihan motorik halus terhadap konsentrasi belajar. Kesimpulan: Tidak ada hubungan frekuensi latihan motorik halus terhadap konsentrasi belajar pada siswa autis di sekolah luar biasa Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti yang ingin mendalami topik yang sama diharapkan lebih mempertimbangkan variabel lain yang mungkin memiliki hubungan yang kuat antar variabelnya dan pihak yang terkait dapat tetap memperhatikan kebutuhan pada siswa autis untuk menunjang dalam proses pembelajaran} }