@thesis{thesis, author={Dita Kristiana S.ST and Firnandini Fae 1810301010 and Fitri Yani M.Fis}, title ={Hubungan antara IMT dengan risiko gangguan tidur pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta (Unit Budi Luhur)}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6569/}, abstract={Latar Belakang: Lanjut usia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir fase kehidupannya. Lansia mengalami penurunan secara fisik maupun mental, salah satu penurunan yang dialami lansia adalah penurunan fungsi kognitif, ini akan menjadi masalah bagi lansia jika tidak dilakukan pencegahan. Gangguan saat tidur pada lansia yang mempengaruhi kualitas tidur adalah sleep disordered breathing (SDB) dan sangat terkait dengan tingkat IMT seseorang. Gangguan tidur terjadi karena penurunan metabolism sehingga mengakibatkan penimbunan lemak dan menurunnya massa otot dan meningkatkan seseorang menderita obesitas. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan mendapatkan bahwa ada 8-10 lansia yang mengalami gangguan tidur di BPSTW. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks masa tubuh dengan risiko gangguan tidur pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta (BPSTW) Unit Budi Luhur. Metode: Penelitian ini adalah cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel ialah total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Juni 2022 di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta (BPSTW) yang berlokasi di Bantul Yogyakarta. Hasil: Berdasarkan hasil uji Kendall Tau didapatkan hasil pengujian hubungan indeks masa tubuh dengan risiko gangguan tidur diperoleh nilai korelasi sebesar 0,311 dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan positif signifikan antara indeks masa tubuh dengan risiko gangguan tidur pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Yogyakarta. Kesimpulan: Ada hubungan yang positif signifikan antara indeks masa tubuh dengan risiko gangguan tidur pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Yogyakarta. Saran: Sebaiknya setiap lansia dapat melakukan upaya pencegahan risiko gangguan tidur dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti dengan tidur secara teratur, berolahraga dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang.} }