@thesis{thesis, author={Auwalid Yuliatul Nafi’ah 1811304115 and Farida Noor Irfani S.Si. and Yeni Rahmawati S.Si.}, title ={Literature review: pengaruh pemberian suplemen vitamin c dan vitamin d terhadap interleukin 6 pada COVID-19}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6627/}, abstract={Corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan menjadi pandemi di awal tahun 2020. Kadar interleukin-6 (IL-6) merupakan penanda inflamasi yang akan meningkat pada kasus COVID-19. Penyakit ini dapat diterapi dengan pemberian vitamin C dan vitamin D yang berperan sebagai anti-oksidan dan anti-inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian suplemen vitamin C dan vitamin D terhadap kadar interleukin-6 pada COVID-19. Metode yang digunakan, yaitu ulasan pada dua database PubMed dan Google Scholar. Jurnal yang diulas memuat pengukuran dosis vitamin C dan vitamin D terhadap kadar IL-6 pada pasien COVID-19 dengan status keparahan tinggi. Hasil penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa sesudah pemberian vitamin C dosis tinggi sebanyak 12 g terdapat penurunan persentase kadar IL-6 sebesar 95,3% dibanding sebelum pemberian, sedangkan vitamin D dosis tinggi sebesar 60.000 IU terdapat penurunan kadar IL-6 mencapai 3 pg/mL dari sebelumnya yakni 15 pg/mL. Variasi penambahan dosis tinggi menunjukkan kecenderungan kadar IL-6 yang semakin rendah di COVID-19. Beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas pemberian vitamin C dan D antara lain: usia, jenis kelamin, komorbid dan berat badan. Kesimpulan pada penelitian ini Pemberian vitamin C dan vitamin D dengan dosis tinggi berperan sebagai imunosupresor kadar IL-6 pada pasien COVID-19 dengan tingkat keparahan yang tinggi. Disarankan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan terkait dosis dan waktu yang optimal dalam pemberian vitamin C dan vitamin D terhadap penurunan sitokin pro-inflamasi lainnya pada penyakit COVID-19.} }