@thesis{thesis, author={Briliana Nur Rohima M.Sc. and Farida Noor Irfani S.Si. and Riski Harumi Asti 1811304026}, title ={Perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva pada pemeriksaan reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) covid-19: literature review}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6682/}, abstract={Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali dilaporkan di Wuhan, China pada akhir Desember 2019. COVID-19 disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Metode Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan sampel swab nasofaring-orofaring adalah metode gold standard yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) untuk diagnosis infeksi SARS-CoV-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva pada pemeriksaan RT-PCR COVID-19. Jenis penelitian ini adalah literature review yang menggunakan jurnal penelitian ilmiah, pencarian jurnal menggunakan tiga database yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil penelitian menyatakan nilai sensitivitas sampel swab nasofaring-orofaring berada pada rentang 91,0% - 96,67%, sedangkan nilai sensitivitas sampel saliva berada pada rentang 80,0% - 95,7%. Nilai spesifisitas sampel swab nasofaring-orofaring berada pada rentang 98,0%-100,0%, sedangkan nilai sensitivitas sampel saliva berada pada rentang 90,0%-100,0%. Nilai sensitivitas dan spesifisitas sampel swab nasofaring?orofaring lebih tinggi daripada sampel saliva. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan artikel atau jurnal sebagai referensi penelitian mengenai perbandingan penggunaan sampel swab nasofaring-orofaring dengan sampel saliva untuk diagnosis COVID-19.} }