@thesis{thesis, author={Dhiah Novalina S.Si. and Nazula Rahma Shafriani S.Si. and Nur‟inayah Magfirah 1811304009}, title ={Literature review: Analisis aktivitas antibakteri ekstrak sage (salvia officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri streptococcus mutans dan lactobacillus achidophilus dengan metode difusi}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6701/}, abstract={Tumbuhan sage (Salvia officinalis) yang termasuk ke dalam anggota famili Lamiaceae. Tanaman ini juga digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antibakteri ekstraks sage (Salvia officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutanas dan Lactobacillus acidophilus dengan metode difusi. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan penelusuran 10 jurnal terdahulu yang memiliki persamaan topik dalam waktu terbit 2012-2022. Berdasarkan hasil review dari 10 jurnal yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat dua kategori sensitivitas antibakteri, yaitu resistant dan sensitif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan kandungan senyawa aktif sage yang berperan sebagai antibakteri adalah senyawa borneol, senyawa camphen, senyawa 1,8-cineole dan flavonoid. Luas zona hambat yang terbentuk menunjukkan persentase kategori resistant dan sensitif pada sensitivitas bakteri Streptococcus mutans terhadap ekstrak sage (Salvia officinalis) adalah sebesar 8,5% dan 91,4%. Persentase persentase kategori resistant dan sensitif pada sensitivitas bakteri Lactobacillus acidophilus terhadap ekstrak sage (Salvia officinalis) adalah sebesar 6,3% dan 93,6%. Konsentrasi 100% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus. Tetapi berdasarkan hasil uji oneway anova dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemberian ekstrak sage (Salvia officinalis) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus} }