@thesis{thesis, author={Joko Murdiyanto Sp.An.MPH and Ririn Wahyu Hidayati S.ST. and Veni Viranda 1811604047}, title ={Hubungan perokok dengan komplikasi jalan nafas selama intra anestesi pada pasien dengan anestesi umum di instalasi bedah rumah sakit pku muhammadiyah yogyakarta}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6724/}, abstract={Latar Belakang: Anestesi umum adalah tindakan yang menghilangkan rasa nyeri secara sentral serta hilangnya kesadaran dan menyebabkan amnesia namun akan segera pulih kembali ketika efek anestesinya hilang. Anestesi umum dengan teknik inhalasi dapat menyebabkan komplikasi selama intra anestesi, Salah satu komplikasi yang muncul pada fase intra anestesi adalah Hipersekresi mukus, penurunan Saturasi oksigen, Bronkospasme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perokok dengan komplikasi jalan nafas selama intra anestesi pada pasien dengan anestesi umum di instalasi bedah rumah sakit Pku Muhammadiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sasaran populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dilakukan tindakan anestesi umum teknik LMA dan ETT dengan riwayat perokok pasif dan perokok aktif dengan usia 17-60 tahun di RS Pku Muhammadiyah pada bulan februari sampai maret 2022. Hasil: Analisa data dari hasil karakteristik responden berjenis kelamin laki?laki yaitu 36 responden (54,5%). berdasarkan jenis Anestesi Umum kategori ETT 43 responden (65,2%). Berdasarkan agen inhalasi sevoflurane 59 responden (89,4%). Hipersekresi 42 responden (63,6%). Penurunan saturasi oksigen yaitu 60 responden (90,9%). Bronkospasme 62 responden (93,(%). indikator pada Komplikasi Jalan Nafas antara ETT dengan LMA hasil nilai sig. 0,856 > 0,05. Hasil analisis data bivariat dengan 2 uji yang digunakan didapatkan hasil pada uji Chi-Square nilai p valve adalah 0,000 (p< 0,05). Pada Uji Independent Test dengan Mann Whitney didapatkan hasil nilai sig. 0,919 > 0,05. Simpulan: Ada Hubungan Perokok dan Komplikasi Jalan Nafas, dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p = 0,000 < 0,05). Saran: Diharapkan bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pemberian edukasi serta meningkatkan interaksi yang baik dengan pasien. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya meneliti lebih lanjut terkait adanya hubungan perokok dengan komplikasi jalan nafas selama intra anestesi dengan Anestesi Umum.} }