@thesis{thesis, author={Astari Puruhita Ansokowati S.Gz. and Faurina Risca Fauzia S.Gz and Stefianingsih Putri N Musa 1811401055}, title ={Pengaruh pmt nugget daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap perubahan berat badan pada balita di posyandu dusun trini desa trihanggo kecamatan gamping sleman}, year={2022}, url={http://digilib.unisayogya.ac.id/6729/}, abstract={Pada masa balita proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan sangat pesat, sehingga diperlukan asupan nutrisi yang tinggi. Asupan makan merupakan salah satu penyebab langsung yang mempengaruhi status gizi balita. Profil Kesehatan Kabupaten Sleman (2020), menunjukkan prevalensi status gizi buruk dan gizi kurang masih di bawah target Indikator kinerja program gizi yaitu sebanyak 8,17%. Prevalensi balita dengan status gizi sangat kurang dan kurang di Daerah Trihanggo sebesar 2,74% dan belum mencapai target prevalensi balita gizi kurang yaitu <1% (Puskesmas Gamping II, 2020). Solusi yang dapat dilakukan yaitu mengembangkan formula PMT dengan produk pangan bernilai gizi tinggi untuk balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh PMT nugget kelor (moringa oleifera) terhadap perubahan berat badan pada balita. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalah balita dengan usia 36-59 bulan dengan kriteria eksklusi nilai Zscore pada BB/U >1,0 SD (overweight) dipilih dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling sebanyak 25 responden. Lokasi penelitian di Posyandu Padukuhan Trini. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan pengukuran berat badan. Pengolahan dan analisis data menggunakan program STATA 14 dengan uji Paired T-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan balita sebelum intervensi 13,56±3,08 dan rata-rata berat badan sesudah intervensi 14,28±2,99. Hasil analisis uji Paired T-test nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka menunjukkan bahwa nugget kelor dapat mempengaruhi perubahan berat badan pada balita. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada perubahan berat badan rata-rata sebelum dan sesudah intervensi nugget kelor dengan perubahan yaitu meningkat sebesar 0,38 kg. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk memperhatikan perlunya kelompok kontrol.} }