@thesis{thesis, author={RINAWATI .}, title ={PERBAIKAN BERLANJUTAN PADA CV. COCOON ASIA MENGGUNAKAN METODE SEVEN STEPS QUALITY IMPROVEMENT}, year={2016}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/10887/}, abstract={CV. Cocoon Asia adalah perusahaan furniture ekspor berbahan baku kayu jati bekas pakai. Permasalahan yang dihadapi perusahaan terkait pengendalian kualitas adalah tingginya rework yang dilakukan pada proses finishing. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman produk atau seringnya lembur utuk memenuhi waktu pengiriman. Perusahaan selama ini tidak melakukan pendataan terhadap tingginya proses rework, sehingga susah untuk melakukan perbaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kecacatan yang menjadi penyebab rework tertinggi, faktor-faktor utama mempengaruhinya, dan cara menurunkan tingkat kecacatan furniture. Penelitian ini menggunakan metode seven steps quality improvement. Masalah yang terjadi untuk produk meja yang menjadi produk unggulan CV. Cocoon Asia didapatkan data total rework dengan diagram pareto sebesar 6903 rework untuk 132 produk. Persentase kecacatan terbesar adalah kecacatan dempul (41%), crack (16,1%), dan kerok (8,2%). Pada tahap mempelajari situasi sekarang menggunakan affinity diagram diketahui bahwa proses yang menyebabkan cacat adalah ratus, rastic, pemberian soda api, pengeringan, dan revisi. Pada tahap menganalisis masalah dengan fishbone didapatkan faktor penyebab kecacatan adalah manusia, metode, material, dan lingkungan. Tahap selanjutnya adalah menjalankan solusi masalah, yakni membuat Standar Operational Prosedure (SOP), memberi jarak antar meja yang diinspeksi, mengatur penempatan kaki meja, mewadahi komponen, dan mengajari pekerja untuk mengidentifikasi tipe cacat. Hasil pelaksanaan solusi masalah dari 132 produk, meja mengalami penurunan total rework sebesar 69,93%, kecacatan dempul 67,8%, crack 79,08%, dan kerok 61,34%. Waktu inspeksi juga lebih cepat, yakni dari tiga menjadi dua hari. Pada tahap menstandarkan perbaikan dilakukan dengan menerapkan SOP yang telah dibuat dengan sistem reward and punishment. Pada tahap membuat rencana kedepan perusahaan dapat melakukan saran perbaikan yang belum dapat diimplementasikan.} }