@thesis{thesis, author={PAMINTO DHANA DWI }, title ={PENENTUAN PEMILIHAN SUPPLIER FOLDING CHAIR DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. INDOEXIM INTERNASIONAL}, year={2016}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/11026/}, abstract={PT. Indoexim Internasional merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor produk furniture. Perusahaan yang mendapatkan penghargaan eksportir furniture terbanyak ke berbagai negara pada tahun 2014 hanya menggantungkan pasokan produk dari supplier tradisional. Produk folding chair merupakan produk yang paling laris di perusahaan. Perusahaan menerapkan sistem make to stock pada produk folding chair. Pada awalnya perusahaan memiliki 14 supplier folding chair tetapi sekarang hanya 6 supplier saja yang masih aktif. Oleh karena itu PT. Indoexim Internasional perlu melakukan evaluasi performansi kinerja terhadap 6 supplier folding chair dan mengetahui kriteria yang berpengaruh terhadap penilaian performansi supplier tersebut. Evaluasi performansi kinerja supplier folding chair melibatkan banyak faktor. Faktor-faktor penentuan pemilihan supplier terdiri dari 6 kriteria, 15 subkriteria dan 6 alternatif supplier (Sriyani, Edi, Agung, Nuraini, Juadi dan Rusnadi). Hasil studi lapangan menunjukan kriteria yang digunakan untuk penilaian supplier saat ini disesuaikan dengan kebutuhan penelitian sehingga kriteria yang digunakan meliputi kualitas, pengiriman, harga, produksi, pelayanan dan tanggung jawab. Dari hasil kriteria tersebut kemudian dijabarkan menjadi 15 subkriteria untuk menunjukan hasil yang lebih spesifik. Antar subkriteria memiliki hubungan independent sehingga analisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil dari metode AHP menunjukan hasil evaluasi supplier folding chair adalah sebagai berikut Sriyani (0,2439), Agung (0,2134), Edi (0,1799), Rusnadi (0,1351), Nuraini (0,1255) dan Juadi (0,1022). Sedangkan untuk kriteria yang berpengaruh adalah kualitas (0.2409), tanggung jawab (0.2075), produksi (0.1745), pengiriman (0.1539), pelayanan (0.1294) dan harga (0.0937). Berdasarkan hasil dari metode AHP tersebut dapat digunakan untuk pengalokasian prioritas pesanan untuk supplier yang memiliki nilai tinggi terlebih dahulu.} }