@thesis{thesis, author={ARIFIN ACHMAD }, title ={INVESTIGASI FAKTOR HAMBATAN DALAM MENGEMBANGKAN GREEN BUILDING DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA}, year={2014}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/6282/}, abstract={Green building dapat diwujudkan melalui berbagai cara dimulai sejak proses desain sampai pembangunan dan pada akhirnya diserahkan kepada pemilik proyek. Proses pembangunan green building ini akan menimbulkan berbagai permasalahan bagi kontraktor karena terkait dengan lingkup kerja, risiko bagi kontraktor, aspek pembiayaan, penciptaan perilaku bagi kontraktor, sistem adsministrasi, sistem dokumentasi, sistem manajemen konstruksi, dan masih banyak lagi. Oleh karenanya pengelolaan proyek jenis ini menjadi sangat penting bagi kontraktor untuk mengelola secara tepat, terutama selama berlangsungnya proses konstruksi. Ervianto (2012). Penelitian ini dilakukan dengan membuat kuisioner yang berisi tentang faktor hambatan dalam pemgembangan green building dan peran pihak yang terkait dalam mengembangkan green building dan penghematan energi pada green building. Data kemudian diolah dan dianalisis. Analisis dilakuan berdasarkan persentase, standar deviasi, nilai mean dan Uji t untuk mengetahui hambatan dan peran yang paling berpengaruh pada pengembangan green building di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil analisis mean menunjukan bahwa faktor yang perlu di perhatikan pada hambatan dalam pengembangan green building di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah faktor hambatan kurangnya dukungan pemerintah untuk mempromosikan bangunan hijau dengan nilai mean 3.55. Hasil analisis dari peran pihak ? pihak yang terkait dalam mengembangkan dan penghematan energi pada green building yang perlu diperhatikan adalah peran kontraktor dan konsultan dari segi desain dan pembuatan harus lebih lagi dalam mengembangkan atau menggunakan teknologi hijau. Pada analisis uji T, nilai signifikansi T yang di dapatkan dari hambatan yang signifikan adalah hambatan kurangnya tim desain dan konstruksi dengan nilai (signifikansi) 2-tailed 0.500 > 0.05 sehingga Ho di terima bahwa terdapat persamaan faktor hambatan kurangnya tim desain dan konstruksi antara konstruksi hotel dan non ? hotel. Dari hasil uji di atas, meskipun terdapat persamaan signifikansi antara hambatan kurangnya tim desain dan konstruksi pada hotel dan non ? hotel, tetapi pada data mean hambatan kurangnya tim desain dan konstruksi pada konstruksi hotel lebih besar yaitu 3.00. contoh salah satu konstruksi non ? hotel adalah ruko. Artinya terdapat perbedaan signifikansi faktor hambatan antara konstruksi hotel dan non ? hotel. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hambatan kurangnya tim desain dan konstruksi pada konstruksi hotel lebih menghambat, faktor tersbut adalah interior, peralatan dan teknologi bangunan} }