A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_sessionp2rodknnmah9aolo0duj0cdol1tl61q7): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={Kurniawan Andri},
title ={PENGARUH PENAMBAHAN KARET PADA ASPAL BETON YANG TERENDAM
AIR LAUT},
year={2013},
url={http://e-journal.uajy.ac.id/64/},
abstract={Jalan adalah prasarana transportasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Lapis
Aspal Beton (Laston) merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan raya, yang terdiri dari
campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi menerus, dicampur, dihampar, dan
dipampatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Pada daerah pesisir utara Jawa,
terutama di daerah Semarang sering kali terjadi banjir yang diakibatkan pasang naik air laut
yang menggenangi daratan, atau dikenal dengan istilah banjir rob. Jalan yang terendam banjir
rob akan mengalami kerusakan, dan akan mengganggu kegiatan sosial ekonomi di
masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan penggunaan bahan tambah (additive) pada campuran
aspal beton untuk meningkatkan kualitas aspal beton. Salah satunya adalah karet jenis karet
sol berwarna hitam yang banyak digunakan sebagai sol sepatu. Penggunaan karet sol pada
campuran aspal beton diharapkan dapat meningkatkan kualitas aspal beton yang terendam air
laut akibat banjir rob.
Pada penelitian ini akan ditinjau pengaruh penambahan karet sol pada aspal beton yang
terendam air laut terhadap karakteristik Marshall seperti density, void filled with asphalt
(VFWA), void in the mix (VITM) , stabilitas, flow, dan marshall quotient (QM). Penelitian
ini menggunakan metode Marshall yang digunakan pada beberapa variasi perbandingan
benda uji yang masing-masing dibuat ganda. Variasi kadar karet sol adalah 0%; 6%; 8%, dan
10% dengan variasi lama perendaman 0 sampai 7 hari.
Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa semakin lama campuran aspal beton direndam
dalam air laut, karakteristik Marshall untuk density, VFWA, stabilitas dan QM cenderung
menurun, sedangkan VITM dan flow meningkat. Dengan penambahan karet sol nilai
karakteristik Marshall untuk density, VFWA, stabilitas dan QM cenderung menurun
dibandingkan tanpa penambahan karet sol, sedangkan nilai VITM, dan flow cenderung
meningkat. Berdasarkan spesifikasi SKBI-2.4.26.1987, pada campuran Aspal ceton dengan
kadar aspal konstan 5,5 %, didapat kadar karet sol optimum sebesar 10%. Campuran ini
apabila terendam air laut hanya mampu bertahan hingga 4 hari.
}
}