@thesis{thesis, author={SAMODRO WAHYUNING }, title ={LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PONDOK BUDAYA JAWA DI YOGYAKARTA}, year={2015}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/7100/}, abstract={Pulau Jawa terbagi menjadi empat daerah yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari keempat wilayah tersebut memiliki banyak ragam kebudayaan yang bersifat tangible maupun intangible yang perlu dilestarikan. Keanekaragaman budaya Jawa tersebut tampak dalam unsur- unsur seperti makanan, upacara- upacara rumah tangga, kesenian rakyat, dan seni suara. Seiring dengan berjalannya waktu keanekaragaman budaya ini semakin tergantikan dengan adanya budaya modern. Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah harus lebih giat berupaya untuk tetap melestarikan kebudayaan yang juga merupakan suatu identitas bangsa. Upaya tersebut diantaranya adalah dengan mendirikan suatu fasilitas yang bergerak di bidang kebudayaan yang mampu mewadahai segala aktivitas kebudayaan. Fasilitas tersebut dapat berupa pondok pelatihan untuk aktivitas kebudayaan. Permasalahan yang diangkat pada Pondok Budaya Jawa di Yogyakarta ini adalah bagaimana wujud rancangan tata ruang luar dan tata ruang dalam Pondok Budaya Jawa di Yogyakarta yang bersuasana rekreatif dan edukatif yang dapat mencitrakan kebudayaan Jawa dengan pendekatan Arsitektur Neo- Vernakuler? Pondok Budaya Jawa di Yogyakarta ini merupakan kesatuan dari beberapa fungsi, yaitu fungsi pendidikan informal dan hiburan, serta fungsi penunjangnya adalah suatu wisma yang digunakan untuk pengunjung yang ingin mempelajari suatu kebudayaan Jawa dengan jangka waktu yang lebih lama. Selain wisma, Pondok Budaya di Yogyakarta ini juga difasilitasi dengan warung budaya dan toko budaya yang menjual cindra mata dan pernak- pernik khas Jawa.} }