@thesis{thesis, author={Wibisono Wahyu }, title ={MUSEUM SENI RUPA DI YOGYAKARTA DENGAN TAMPILAN GAYA ARSITEKTUR KOLONIAL}, year={2004}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/8434/}, abstract={Keberadaan Museum Seni Rupa di Yogyakarta merupakan jawaban bagi perkembangan kehidupan seni rupa, dimana keberadaan Museum Seni Rupa di Yogyakarta itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa, dan juga sebagai media komunikasi antara seniman lewat karya seninya dengan masyarakat umum. Permasalahan disini adalah bagaimana menciptakan Museum Seni Rupa yang rekreatif, komunikatif, dan edukatif dengan nuansa arsitektur kolonial, sehingga dapat merangsang minat pengunjung dalam penikmatan materi koleksi museum tersebut. Suasana rekreatif dalam Museum Seni Rupa diwujudkan dengan memberikan perbedaan ketinggian lantai, perbedaan tekstur dan pola lantai tertentu pada tiap ruang pamer. Suasana komunikatif diwujudkan dengan pola tata letak obyek pamer yang didukung dengan sistem pencahayaan umum, yaitu pencahayaan langsung dari satu sumber dan berbagai sumber serta pencahayaan tidak langsung untuk memberi efek materi obyek koleksi yang dipamerkan. Sedangkan untuk suasana edukatif diwujudkan dengan penyusunan ruang pamer berdasarkan aliran seni rupa. Nuansa arsitektur kolonial dibentuk dengan menggunakan ornamenornamen khas arsitektur kolonial. Ornamen pembentuk fasad yang digunakan adalah deretan jendela persegi panjang dengan unsur lengkung khas kolonial, tritisan beton persegi panjang, kanopi pads entrance bangunan, penggunaan stepped gable pada fasad bangunan, menggunakan atap genteng dengan kemiringan 450, dan juga menara pads sudut bangunan untuk memberi kesan monumental pada bangunan. Penggunaan deretan/barisan kolom dan selasar akan lebih menambah kesan kolonial.} }