@thesis{thesis, author={Purwanto Danang}, title ={STUDI PENGARUH VOLUME FRAKSI SERAT KAWAT TERHADAP KUAT TEKAN , KUAT TARIK BELAH , DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN}, year={2015}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/8782/}, abstract={Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Penggunaan serat baja telah terbukti dapat meningkatkan dan memperbaiki sifat ? sifat struktural beton, ( ACI Committee 544, 1982 ) serat baja dapat memperbaiki sifat ? sifat beton antara lain : daktilitas yang berhubungan dengan kemampuan bahan untuk menyerap energi, ketahanan terhadap beban kejut, ketahanan terhadap keausan, dan ketahanan terhadap pengaruh susutan ( shrinkage ). Dengan mencoba menggunakan batu apung (pumice) sebagai ageregat ringan yang akan digunakan pada beton ringan serta dengan komposisi penambahan serat kawat strimin tipe hooked sebesar 0%, 0,5%, 0,75% dan 1% dari berat volume beton. Dengan benda uji yang digunakan untuk kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton adalah silinder berukuran 150 mm x 300 mm. Sedangkan yang digunakan untuk mengukur kuat lentur adalah balok ukuran 100 mm x 100 x 500 mm dengan masing ? masing pengujian di uji pada saat umur 28 hari. Hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari dengan penambahan serat kawat sebesar 0%, 0,5% 0,75% dan 1% berturut ? turut adalah 10,34 MPa, 10,88 MPa, 11,33 MPa dan 9,87 MPa. Kuat tekan maksimum pada beton ringan serat dengan penambahan 0,5%. Sedangkan untuk kuat tarik belah secara berturut ? turut adalah 1,43 MPa, 1,82 MPa, 1,54 MPa dan 1,41 MPa. Kuat tarik belah maksimum pada beton ringan serat dengan penambahan 0,5%. Untuk kuat lentur berturut ? turut sebesar 1,40 MPa, 1,53 MPa, 1,65 MPa dan 1,46 MPa. Kuat lentur maksimum pada beton ringan serat dengan penambahan 0,75%. Berat jenis maksimum didapat pada beton serat dengan penambahan 1% sebesar 1724,55 kg/m3. Modulus elastisitas maksimum didapat pada beton ringan serat dengan penambahan 0,75%.} }