@thesis{thesis, author={Siagian Martua Murdani}, title ={PERANCANGAN JEMBATAN TAHOTA II KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT}, year={2011}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/886/}, abstract={Perencanaan prasarana transportasi terutama jembatan memerlukan suatu analisis struktur terhadap gaya-gaya yang bekerja pada jembatan. Perancangan jembatan ini menggunakan faktor beban dalam keadaan batas ultimate design dengan acuan Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (PPPJR, 1987). Panjang total bentang jembatan yang dirancang adalah 25,00 m dengan lebar lalu lintas 7,00 m, lebar trotoir 2× 1,00 m, dan tinggi jembatan 8,00 m. Jarak antar gelagar memanjang 1,50 m dan jarak antar gelagar melintang 5,00 m. Mutu beton yang digunakan untuk kerb dan lantai jembatan yaitu mutu baja fy = 400 MPa (BJTD untuk Ø > 12,00 mm sedangkan BJTP untuk Ø ? 12,00 mm). Jembatan yang dirancang adalah jembatan baja warren truss.Analisis kekuatan struktur berdasarkan bebanbeban yang bereaksi pada struktur jembatan yaitu aksi tetap (berat sendiri, berat tambahan, dan beban), aksi transiens (beban lajur D, gaya rem, dan beban kejut), dan aksi lingkungan (beban angin dan beban gempa). Jembatan baja ini menggunakan profil WF 300×250×10×10 (mm) (gelagar memanjang bagian tengah), profil WF 300×250×10×10 (mm) (gelagar memanjang bagian tepi), profil WF 600×300×12× 20 (mm) (gelagar melintang), dan profil siku L 150×150×15 (mm) (ikatan angin). Lantai jembatan dirancang dengan ketebalan 25,00 cm, tulangan utama Ø 16?200 dan tulangan pembagi Ø 12?200, sedangkan pekerasan aspal dirancang dengan ketebalan 5,00 cm. Alat penyambung geser untuk lantai komposit digunakan stud geser 3 inci dengan diameter kepala ¾ inci. } }