@thesis{thesis, author={PARERA ADOLFO PAULO LENDE }, title ={ANALISIS KELAYAKAN INFRASTRUKTUR DI PROVINSI BALI BERDASARKAN PENILAIAN PRAKTISI DAN AKADEMISI TEKNIK SIPIL}, year={2016}, url={http://e-journal.uajy.ac.id/9248/}, abstract={Infrastruktur adalah kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik sektor privat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan elemen infrastruktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa pelabuhan udara, terminal bus, kereta api, jalan, air bersih, pengelolahan limbah, energi, telekomunikasi, sekolah/universitas, pelabuhan laut, fasilitas pariwisata secara fungsional. Agar dapat mengetahui kelayakan suatu infrastruktur di suatu daerah, maka dengan mengunakan acuan dari report card ASCE di Amerika serikat (1998) yang telah dimutakhirkan datanya sehingga dapat berpotensi untuk memberi solusi dalam peningkatan infrastruktur suatu daerah pada masa yang akan datang. Tujuan dari penilitian ini Menilai sampai sejauh mana kelayakan infrastruktur menurut para insinyur teknik sipil dapat mendukung kegiatan sosial dan ekonomi di Provinsi Bali. serta dengan memberikan selebaran kuesioner, dimana kuesioner dibagi menjadi dua bagian yaitu data responden, dan penilaian infrastruktur kepada Dinas PU, kontraktor, konsultan, universitas, serta pengembang yang dapat memberikan informasinya untuk mendukung pemeliharan dan pengembangan infrastruktur di Provinsi Bali dimasa mendatang. Untuk mengetahui nilai kelayakan infrastruktur di Provinsi Bali digunakan metode mean dan standar deviasi. Hasil analisis dari setiap kelayakan infrastuktur di Provinsi Bali, menggunakan mean dan standar deviasi diperoleh, pelabuhan udara memperoleh rating 93,17% dengan nilai A, fasilitas pariwisata, dan telekomunikasi memperoleh rating 82,44%, dan 86,34% dengan nilai B, pelabuhan laut, terminal bus, jembatan dan jalan (antar Provinsi), jembatan dan jalan (kabupaten/kota), dam dan irigasi, sekolah/universitas, dan air minum memperoleh rating 78,05% , 77,56%, 75,61%, 77,07%, 71,22%, 78,54%, 75,12%, dengan nilai C, buangan air kotor, buangan sampah, buangan limbah industri, dan energi memperoleh rating 59,02%, 53,66%, 52,20%, 65,85% dengan nilai D.} }