@thesis{thesis, author={Amelia Verren}, title ={HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET (GAWAI) DENGAN TINGKAT MASALAH EMOSIONAL ANAK USIA PRA SEKOLAH (4-6 TAHUN) DI KECAMATAN SENTOLO KULON PROGO}, year={2020}, url={http://elibrary.almaata.ac.id/2185/}, abstract={Latar Belakang: Anak usia pra sekolah merupakan hal yang paling penting untuk orang tua sebagai pendamping bagi anak karena anak dapat berinteraksi lebih efektif. Pada fase ini biasanya perkembangan fisik berkembang lebih lama dibandingkan perkembangan psikososial dan kognitif anak. Masa anak pra sekolah dimulai sejak usia 3 sampai 6 tahun. Periode pra sekolah disebut juga dengan periode golden age atau generasi emas karena pada usia tersebut anak sedang berada di fase tumbuh kembang yang sangat cepat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget (gawai) dengan tingkat masalah emosional anak usia pra sekolah (4-6 tahun) di Kecamatan Sentolo Kulon Progo. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik cluster random sampling. Populasi penelitian sebanyak 172 anak usia pra sekolah yang menggunakan gadget di wilayah Kecamatan Sentolo Kulon Progo. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Instrument yang digunakan yaitu Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME). Uji statistik yang digunakan yaitu Spearmen Rank. Hasil: Penggunaan gadget rata-rata digunakan untuk menonton youtube sebanyak 8 responden (57,1%). Masalah penggunaan gadget mayoritas dengan jawaban tidak sebanyak 12 responden (85,7%). Hasil analisis Spearmen Rank menunjukkan tidak ada hubungan penggunaan gadget (gawai) dengan tingkat masalah emosional anak usia pra sekolah (4-6 tahun) di Kecamatan Sentolo Kulon Progo (0,069 > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara penggunaan gadget (gawai) dengan tingkat masalah emosional anak usia pra sekolah (4-6 tahun) di Kecamatan Sentolo Kulon Progo Kata Kunci: Gadget (Gawai), Tingkat Masalah Emosional, Anak Pra Sekolah} }