@thesis{thesis, author={Fibriyanti Wahyuni}, title ={Aktivitas Komunikasi Tradisi Gumbregan (Studi Etnografi Komunikasi Mengenai Aktivitas Komunikasi Tradisi Gumbregan Dala Memelihara Kesahatan Dan Wujud Rasa Syukur Perternak Sapi Di Dusun Kuwon Gunungkidul Yogyakarta)}, year={2019}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/1584/}, abstract={Maksud Penelitian mengeahui Aktivitas Komunikasi Tradisi Gumbregan di Dusun Kuwon Gunungkidul Yogyakarta. Untuk menjawab penelitian ini menjawab 3 sub fokus diantaranaya situasi komunikatif, peristiwa komunikatif dan tindakan komuniktif pada tradisi gumbregan. Metode Pendekatan penelitian mengunakan metode kualitatif tardisi etnografi komunikasi. Infoman peneliti berjumlah 5 (Lima) orang, 2 informan kunci, dan 3 informan pendukung yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Studi pustaka terdiri dari studi literatur dan internet searching, serta teknik pengumpulan data studi lapangan melalui wawancara mendalam, observasi non partispan, dan dokumentasi . Teknik analisis data yaitu deskripsi, analisis dan intreprestasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Situasi Komunikati pada tradisi gumbregan ini terjadi pada saat memberikan makan sapi dikandang sapi sambil mendokan dan di rumah tokoh adat atau sesepuh Dusun Kuwon pada saat acara kendurinan atau pada saat doa bersama. Peristiwa Komunikatif pada tadisi gumbregan yaitu terjadi setiap 8 bulan setip wuku gumbreg atau jatuh pada malam jumat pahing tiap tahunnya Sedangkan Tindakan Komunikatif dalam tradisi gumbregan ini adalah wujud perilaku verbal dan non verbal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Aktivitas Komunikasi pada tradisi gumbegan ini adalah tradisi selametan hewan ternak sapi yang dilakukannya secara turun temurun sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Alloh SWT atas rezeki yang diberikan, serta memohon agar sapi-sapi yang dipelihara dapat berkembang biak dengan baik. Saran untuk masyarakat yaitu bagi para pemuda-pemuda masyarakat Dusun Kuwon, sebaiknya tradisi ini dijadikan sebagai salah satu objek pariwisata, agar tradisi ini pundapat dikenal oleh masyarakat luas.} }