@thesis{thesis, author={Fitri Juraida}, title ={Komunikasi Terapeutik Pekerja Sosial Pada Anak (Studi Kasus Komunikasi Terapeutik Pekerja Sosial Pada Anak Di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Handayani” Jakarta Dalam Mengatasi Perilaku Mereka)}, year={2019}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/1935/}, abstract={Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui komunikasi Terapeutik Pekerja Sosial pada Anak di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) "Handayani" Jakarta. untuk menjawab maksud penelitian tentang komunikasi Terapeutik, maka peneliti mengangkat tiga sub fokus yaitu beradaptasi dengan stress, menyelesaikan gangguan psikologis, belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. Pendekatan penelitian kualitatif, metode penelitian studi kasus, proses pemilihan 6 informan, menggunakan teknik purposive sampling, tempat dan waktu penelitian berada di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) "Handayani" Jakarta. teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, riset perpustakaan, dan pencarian internet. menguji validitas data dengan triangulasi, dan diskusi dengan teman sebaya. teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa hasil penelitian kemampuan pekerja sosial membantu beradaptasi terhadap stress pada anak dilakukan assesment terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab Stress, dan pemberian terapi yang sesuai. Pekerja sosial membantu mengatasi gangguan psikologis pada anak dengan melakukan terapi realitas atau terapi kursi kosong. Pekerja sosial membantu Anak belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain melalui bimbingan sosial, senam jasmani/olahraga, makan bersama, shalat berjamaah, dan Kegiatan keterampilan. Kesimpulan dari Komunikasi Terapeutik Pekerja Sosial Pada Anak di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) "Handayani" Jakarta dalam mengatasi perilaku mereka. peneliti menemukan bahwa komunikasi terapeutik Pekerja Sosial mampu membantu anak direhabilitasi sosial mengatasi perilaku mereka dengan permberian terapi, motivasi, serta kegiatan yang mengajarkan mereka berhubungan dengan orang lain Saran bagi Lembaga, peneliti menyarankan agar pihak BRSAMPK “Handayani” Jakarta dapat meningkatkan inovasi pada media yang digunakan pada proses bimbingan sosial maupun kegiatan keterampilan agar komunikasi terapeutik berjalan lebih baik lagi. Peneliti menyarankan bagi Orang Tua untuk lebih peduli dan memperhatikan pergaulan anak. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk membuat persiapan dan konsep secara matang seperti membaca referensi.} }