@thesis{thesis, author={Nurbaniah Siti Lia}, title ={Adaptasi Budaya Masyarakat Suku Sunda Di Provinsi Bali (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Adaptasi Budaya Masyarakat Suku Sunda di Banjar Batannyuh Desa Pemecutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat Provinsi Bali dalam Menghadapi Gegar Budaya)}, year={2019}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2351/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Adaptasi Budaya Masyarakat Suku Sunda di Banjar Batannyuh Desa Pemcutan Kelod Kecamatan Denpasar Barat Provinsi Bali dalam menghadapi gegar budaya. Untuk Menjabarkan Fokus Penelitian, maka peneliti membagi sub-sub masalah mikro yaitu tahap Kontak, tahap Disintegrasi, tahap Reintegrasi, tahap Otonomi, dan tahap Independensi. Metode Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi deskriftif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, Observasi, dokumentasi, studi pustaka dan Internet Searching. Subjek Penelitian ini adalah masyarakat Suku Sunda yang tinggal di Banjar Batannyuh Provinsi Bali. Informan penelitian berjumlah 4 orang, yang berasal dari Masyarakat Suku Sunda dan Masyarakat Bali. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pada tahap kontak, saat pertama masyarakat Suku Sunda pindah ke Banjar Batannyuh merasakan nyaman. Pindahnya masyarakat Suku Sunda didorong oleh faktor ekonomi. pada tahap disintegrasi, adanya kesulitan dalam segi bahasa dalam proses adaptasi masyarakat Suku Sunda di Banjar Batannyuh dapat diatasi dengan berkomunikasi terus menerus. Pada tahap reintegrasi, tidak ada konflik yang terjadi diantara masyarakat Suku Sunda dan masyarakat pribumi. Pada tahap otonomi, masyarakat Suku Sunda telah memahami komunikasi verbal dan non-verbal dari masyarakat Bali dalam kurun waktu yang bervariasi, juga pada tahap independensi masyarakat Suku Sunda telah memahami budaya yang baru sehingga mampu membedakan masyarakat Suku Sunda dengan masyarakat Bali secara positif. Proses adaptasi budaya masyarakat Suku Sunda dalam menghadapi gegar budaya di Banjar Batannyuh dengan cara meningkatkan efektifitas komunikasi dengan masyarakat setempat. Saran dalam penelitian ini, bagi masyarakat Bali agar dapat lebih berbaur lagi dengan masyarakat pendatang karena mengingat Indonesia yang kaya akan budaya.} }