@thesis{thesis, author={Vicky Muhammad}, title ={Aktivitas Komunikasi Dalam Upacara Adat Manjapuik Marapulai Di Minangkabau}, year={2020}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/3492/}, abstract={Penelitian ini menjelaskan apa saja Aktivitas Komunikasi Dalam Upacara Adat Manjapuik Marapulai di Minangkabau Khususnya di Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Fokus dari masalah yang ada dimasukkan kedalam masalah mikro seperti Situasi Komunikatif, Peristiwa Komunikatif dan Tindakan Komunikaitf. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu Metode Kualitatif dengan Studi Etnografi Komunikasi. Penelitian ini memiliki Subjek dengan 5 (lima) orang yang di dapatkan dari Teknik Pengumpulan Data dengan Wawancara mendalam, Uji Keabsahan Data, Observasi, Teknik Purposive Sampling, Dokumentasi dan Diskusi bersama teman. Hasil penelitian ini menunjukan pada peristiwa yang ada dalam Upacara Adat mendapatkan komponen yaitu, berlangsungnya Upacara di kediaman Marapulai (pria), di jalankan nya upacara oleh orang yang di tua kan di dalam adat, atau keluarga Mempelai, fungsi dari upacara tersebut untuk memberitahukan kepada kedua keluarga besar yang akan menikah dan kepada masyarakat seikitar karena bersifat wajib bagi yang ingin menikah. Upacara adat Manjapuik Marapulai memiliki komunikasi verbal dan non verbal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Aktivitas Komunikasi Upacara Adat Manjapuik Marapulai sangat diwajibkan bagi masyarakat Minangkabau karena turun temurun semenjak dahulu, sebab manjapuik marapulai merupakan syarat sah dan wajib di pernikahan dalam adat istiadat Minang. Oleh karena itu, masyarakat yang beradat akan menggelar atau menjalankan upacara adat tersebut. Upacara adat ini memberikan juga hormat kepada agama leluhur dan orang tua. Upacara adat ini juga memberikan informasi kepada masyarakat bahwa marapulai atau mempelai pria di anggap sudah mapan memiliki tanggung jawab dalam keluarga nanti nya. aran dari peneliti semoga masyarakat Minangkabau selalu mengingat melestarikan dan selalu menjalankan upacara adat tersebut karena banyak memiliki dan mendapatkan pelajaran dari adat-adat yang ada di Minangkabau dan mengetahui budaya-budaya yang ada di Minangkabau itu sendiri.} }