@thesis{thesis, author={Wahid Asep Saepul}, title ={Peningkatan Kualitas Bordir Menggunakan Metode Six Sigma Dengan Siklus Dmaic (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) Di UKM Hegar}, year={2020}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/4580/}, abstract={Pengendalian kualitas ialah hal yang perlu diperhatikan secara serius oleh pihak perusahaan, karena kualitas menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam memproduksi produk yang akan diperjual belikan di pasar. Konsumen akan merasa puas jika perusahaan menghasilkan produk yang berkualitas, serta perusahaan bisa menjamin kestabilan produk pada tingkat kualitas yang sama. Sebaliknya jika produk yang dihasilkan buruk akan membuat konsumen menjadi kecewa, serta bisa jadi konsumen berpaling ke produk pesaing yang lebih baik dalam hal kualitas, karena kualitas memiliki peranan penting dalam dunia industri. UKM Hegar merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa bordir dan digital printing, seiring berjalannya waktu permintaan konsumen semakin banyak dan mengharuskan perusahaan harus menjaga standar produk yang baik untuk menjaga kepuasan pembeli. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan six sigma dengan siklus DMAIC. Six sigma adalah quality improvement tools yaitu penggunaan data dan statistik, six sigma mempunyai teknik untuk mengontrol dan meningkatkan kualitas. Oleh karena itu prinsip-prinsip peningkatan kualitas six sigma dinilai mampu untuk menjawab kegelisahan manajemen industri, terbukti bahwa banyak perusahaan selama kurang dari sepuluh tahun setelah melakukan implementasi metode six sigma perusahaan bisa mencapai tingkat kualitas 3-4 DPMO (Depect Per Million Opportunities) artinya kegagalan per-sejuta kesempatan. Mengidentifikasi jenis cacat merupakan tujuan dari penelitian ini, faktor yang menyebabkan cacat dan cara untuk menghindari produk cacat serta meningkatkan kualitas produk. Metode Six Sigma digunakan pada penelitian ini dan diimplementasikan dengan siklus DMAIC, alat yang digunakan termasuk Histogram pada tahap Define, CTQ dan Diagram Pareto untuk tahap Measure, Diagram Fishbone pada tahap Analyze dan 5W+1H untuk tahap Improve. Hasil penelitian ini menunjukan nilai sigma yang diperoleh perusahaan adalah baik untuk rata-rata perusahaan di Indonesia yaitu 2.4998 atau 69% pendapatan keuntungan dari hasil produksi. Oleh karena itu perusahaan harus meningkatkan lagi nilai sigma menjadi nilai sigma 6 sehingga perusahaan mendapatkan peningkatan keuntungan, karena itu perusahaan harus mengajak semua bagian untuk bekerja sama agar dapat memperbaiki dan dapat terus bersaing di dunia industri. Terdapat 6 jenis cacat yang terjadi saat produksi bordir yang dapat menyebabkan kualitas produk menurun serta bisa merugikan perusahaan. Peneliti menyimpulkan bahwa cacat produk terjadi karena kesalahan operator tidak teliti, tidak mematuhi prosedur perusahaan dan kurangnya perawatan pada mesin. Jika produk cacat bisa di minimalisir perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih banyak.} }