@thesis{thesis, author={Napitupulu Daniel}, title ={Analisis Kapasitas Produksi Menggunakan Metode Rought Cut Capacity Planning (Rccp) Terhadap Produk Crude Palm Oil Di Pt. Nagamas Argo Mulia}, year={2021}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/4602/}, abstract={Proses produksi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan khususnya bagi perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, proses produksi dapat dikatakan sangat penting karena dapat mempengaruhi produk yang dihasilkan. Salah satu hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk memperbaiki perusahaannya adalah dengan memperbaiki sistem produksi, apabila perusahaan memiliki sistem produksi maka perusahaan akan lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan setiap produksinya sesuai kebutuhan. Karena tanpa perencanaan kapasitas yang tepat dan pengendalian kegiatan produksi, Bukan tidak mungkin akan terjadi over produksi (produksi berlebih) atau produksi rendah (underproduction) dalam proses produksi. PT. NAGAMAS ARGO MULIA adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Industri Pengolahan Kelapa Sawit (PKS). Produk dari PT. Nagamas Argo Mulia yaitu Crude Palm Oil dan Palm Kernel Oil. Keduanya merupakan produk sawit, meski produk utamanya adalah Crude Palm Oil dan Palm Kernel dengan target produksi 55.000 ton per tahun. Namun, ada masalah dengan target produksi yang tidak tercapai. Masalah ini terkait dengan jumlah jam kerja dan jumlah pekerja untuk memenuhi kapasitas produksi yang direncanakan, sehingga berdampak pada produksi yang tidak mencapai target di PT. Nagamas Argo Mulia. Pada penelitian yang telah dihitung terlihat bahwa desain dari kedua metode tersebut sama-sama baik dan PT. NAGAMAS ARGO MULIA dapat memilih salah satu cara tersebut dalam menjalankan rencana produksi. jadwal induk produksi yang menghasilkan Project Availale Balance, Tersedia To Promise dan Plan Order yang merupakan masukan untuk pembuatan Rough Cut Capacity Planing. Dari pengolahan data yang terjadi, kebutuhan jam kerja pada master schedule cukup besar dan sulit diterapkan di lantai produksi. Jika perusahaan tidak menambah kapasitas sesuai jadwal permintaan, maka perusahaan akan mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan permintaan. Saran untuk perancangan kapasitas dapat dilakukan dengan menambah waktu kerja atau menambah tenaga kerja. Tambahan waktu kerja 8 jam perhari dan tambahan tenaga kerja 18 orang.} }