@thesis{thesis, author={Sances Rota}, title ={Persepsi Pejalan Kaki Tentang Fasilitas Pedestrian (Setudi Kasus: Jl. Letjend Suprapto Kota Bengkulu)}, year={2021}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/4633/}, abstract={Di Indonesia lebih dikenal sebagai trotoar, yang berarti jalur jalan kecil selebar 1,5 sampai 2 meter atau lebih, memanjang sepanjang jalan umum. Jalur pedestrian berperan menjadi perantara yang penting sebagai habitat manusia untuk beraktivitas, antara lain juga melindungi pedestrian dari ruang jalan kendaraan berkarakter cepat. Bagi jalur pedestrian sebagai penghubung antar bangunan, yang berkarakter pedestrian-oriented (benar-benar ditujukan bagi manusia). Pejalan kaki membutuhkan sebuah ruang pada jalan yang dibentuk secara fisik agar dapat melakukan aktivitas pedestrian (Irwan Kustiawan, 2017).Kota Bengkulu termasuk salah satu kota di Indonesia yang memiliki masalah mengenai kawasan atau daerah dan fasilitas bagi para pejalan kaki. Berbagai macam daya tarik baik dibidang pariwisata, kuliner dan pusat perbelanjaan membuat Kota Bengkulu menjadi tempat yang mendapat banyak kunjungan. Pengunjung tidak hanya berasal dari daerah sekitar. Akan tetapi, ada juga pengunjung yang berasal dari luar negeri. Jika berkunjung ke kota-kota besar di dunia, maka salah satu ciri yang menarik dan membuat nyaman pendatang kenyamanan berjalan kaki untuk menikmati suasana dan keindahan kota tersebut. Keadaan tersebut tidak akan pernah dijumpai di Kota Bengkulu.} }