@thesis{thesis, author={Ika Eli Chandra}, title ={Konstruksi Makna Toxic Masculinity Pada Kalangan Mahasiswa Kota Bandung}, year={2021}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/4897/}, abstract={Penelitian ini untuk mengetahui Konstruksi Makna Toxic Masculinity Pada Kalangan Mahasiswa Pengguna Skin care Di Kota Bandung. Untuk menjawab tujuan penelitian, peneliti menetapkan tiga subfokus, yaitu pengalaman, motif, dan makna Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah lima orang menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, referensi buku, karya ilmiah, internet searching, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman toxic masculinity mahasiswa pengguna skin care yang seringkali dikatakan banci dan tidak maskulin. Untuk mengatasi toxic masculinity pengguna skin care berusaha menjelaskan kegunaan skin care, alasan menggunakan skin care, dan tidak peduli dengan perkataan orang lain. Motif “untuk” dari mahasiswa pengguna skin care adalah sebagai bentuk mencintai diri sendiri, investasi diri, dan menumbuhkan rasa percaya diri, motif “karena” mahasiswa pengguna skin care adalah adanya permasalahan pada kulit wajah dan menginginkan kulit wajah yang sehat. Makna toxic masculinity ada karena masyarakat kota Bandung belum memiliki pemikiran yang luas mengenai penggunaan skin care yang tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan tetapi juga laki-laki. Kesimpulan menunjukkan bahwa toxic masculinity mahasiswa pengguna skin care terjadi karena adanya internalisasi nilai patriarki yang ada di masyarakat Indonesia termasuk di kota Bandung hingga saat ini dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat skin care yang merupakan salah satu investasi masa depan pada kulit wajah, tidak terkecuali pada laki-laki. Kata kunci: Toxic Masculinity, Mahasiswa, Skin Care, Konstruksi Makna, Pengalaman, Motif, Makna.} }