@thesis{thesis, author={Rahmat Rahmat}, title ={Pengaruh Gaya Kepemimpinan Camat Terhadap Kinerja Aparatur Di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat}, year={2021}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/5324/}, abstract={Camat merupakan seorang pemimpin bagi aparatur dan masyarakat dalam wilayah kecamatan yang mana dalam melaksanakan fungsinya sebagai seorang pemimpin. pemerintahan pada kantor Camat Cihampelas Kabupaten Bandung Barat diharapkan adanya kemampuan pemimpin atau kebijakan yang dibuat pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya agar mampu menghasilkan kinerja yang maksimal. Gaya kepemimpinan camat sangat berpengaruh terhadap proses bekerjanya suatu sistem dari kamponen-komponen aparatur kecamatan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan sehingga akan terwujud suatu kualitas kerja yang akan dicapai. Peneliti menggunakan teori Gaya Kepemiminan dari Lewis, lippit dan white (1939) sebagai variabel (X) yang terdiri dari 3 sub variabel, yaitu Gaya kepemimpinan Otoriter, Gaya Kepemimpinan Demokratis, dan Gaya kepemimpinan Lepas Kendali. Selain itu, peneliti menggunakan teori Kinerja Aparatur dari Robbins (2006:260) sebagai variabel (Y) yang memiliki 5 sub variabel yaitu Kualitas, Kuantitas, Ketepatan Waktu, Efektivitas, dan Kemandirian. Metode penelitian yang digunakan peneliti menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, angket, observasi dan dokumentasi. Populasi penelitian ini yaitu seluruh aparatur di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 30 orang. Penggunaan seluruh populasi penelitian ini disebut teknik sensus.Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggapan responden tentang variabel Gaya kepemimpinan (X) sebesar 64,4% masuk pada kategori cukup baik. Hal ini terjadi karena gaya kepemimpinan camat yang memberikan peran cukup penting dalam meningkatkan kinerja aparatur. Untuk variabel Kinerja Aparatur (Y) diperoleh akumulasi skor jawaban responden sebesar 58,6% masuk pada kategori cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja aparatur sudah cukup sesuai dengan ketentuan yang sudah di sepakati bersama. Sedangkan untuk pengaruhnya sebesar 82,6%, masuk dalam rentang pengaruh tinggi atau kuat. Sisanya sebesar 17,4% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.} }