@thesis{thesis, author={Mardika Asgia Setya}, title ={Sistem Monitoring Dan Kendali Parameter Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Larutan Hidroponik Berbasis Internet Of Things (Iot)}, year={2021}, url={http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/5384/}, abstract={Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari kacang kedelai. Pada proses pembuatan, tahu menghasilkan dua macam limbah yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah cair tahu dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Salah satu cara pengolahan limbah cair tahu dengan menjadikannya pupuk organik cair yaitu melalui pencampuran limbah cair tahu dengan air baku, larutan asam dan juga larutan basa agar dapat dijadikan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengahasilkan sistem monitoring dan kendali yang mampu menghasilkan pupuk organik cair bagi tanaman selada yang dibudidaya secara hidroponik dengan bantuan rekayasa teknologi. Penerapan teknologi pada proses pembuatan pupuk organik cair dan juga proses pemupukan salah satunya yakni dengan penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memberikan informasi penting seperti tingkat kebutuhan nutrisi, suhu serta pH sebagai acuan keberhasilan pemupukan yang dapat di monitoring dan dikendalikan batas kebutuhannya setiap saat. Menjaga kondisi parameter penentu keberhasilan dengan menerapkan sistem kendali yang dibangun menggunakan metode logika sederhana struktural if yang mampu menstabilkan parameter-parameter penentu pada saat proses pembuatan pupuk maupun proses pemupukan berjalan. Hasil pengukuran melalaui pembacaan sensor nutrisi TDS Meter v.01 menunjukan hasil yang baik meskipun terdapat error rata-ratanya 1,55%. Pembacaan sensor suhu DS18B20 hasilnya sangat akurat dimana nilai errornya sebesar 0,004%. Sedangkan pembacaan sensor pH memiliki error rata-rata sebesar 0,006%, artinya sensor-sensor terbesebut dapat dikategorikan baik yang memiliki tingkat akurasi tinggi karena rata-rata errornya <3%. Pengujian keseluruhan dilakukan selama 30 Hari dengan tingkat kepekatan nutrisi, suhu dan pH yang bervariasi. Pupuk organik cair yang dihasilkan dengan bantuan sistem yang dirancang telah memenuhi standarisasi kualitas pupuk organik cair yang memiliki tingkat kepekatan nutrisi dengan kisaran nilai 810,14 ppm sampai 839,81 ppm, kisaran nilai suhu 26,28℃ sampai 27,18℃ dan pH dengan kisaran nilai 6,11 sampai 6,99 dimana hal ini dapat dibuktikan dengan mengacu kepada aturan Surat Keputusan Mentri Pertanian No: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang persyaratan teknis minimal pupuk organik dan PERMEN LH RI No.5 tahun 2004 tentang nilai standar baku mutu limbah.} }