@thesis{thesis, author={PUSPITASARI ERFINA}, title ={IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENINGKATKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR INKLUSI (STUDI MULTI SITUS DI UPT SD NEGERI 10 DAN UPT SD NEGERI 13 GRESIK)}, year={2023}, url={http://elibs.unigres.ac.id/1908/}, abstract={Karakter merupakan aspek yang sangat berpengaruh bagi perkembangan diri, di mana kini terjadi penurunan karakter siswa yang harus segera ditangani, salah satunya dapat dilakukan melalui bidang pendidikan. Kurikulum merdeka memiliki komponen yang menekankan pada pengembangan karakter yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Fokus penelitian ini adalah pada implementasi kurikulum merdeka pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam meningkatkan karakter di sekolah dasar inklusi, bagaimana implikasinya terhadap karakter bergotong royong dan mandiri pada siswa kelas 1, dan faktor apa saja yang berpengaruh. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan datanya dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber data dan metode. Informan penelitian ini yaitu: kepala sekolah, guru kelas 1, guru pembimbing khusus kelas 1, guru pendamping projek, orang tua siswa, dan siswa kelas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka pada projek penguatan profil pelajar pancasila dalam meningkatkan karakter bergotong royong dan mandiri siswa kelas 1 pada sekolah inklusi di Gresik dilakukan dengan strategi berupa program dari kepala sekolah dan metode pembelajaran yang beragam dari guru. Adapun kegiatan ini pada akhirnya berimplikasi terhadap peningkatan karakter bergotong royong dan mandiri pada siswa kelas 1. Komunikasi yang baik antara pihak dari dalam dan luar sekolah dan strategi guru dalam pelaksanaan projek yang berdampak pada keaktifan siswa menjadi faktor pendorong keberhasilan dalam mencapai tujuan projek. Sedangkan keterbatasan dana, kurangnya sarana dan prasarana, serta keterbatasan jejaring dengan pihak yang berkompeten merupakan faktor yang dapat menghambat kelancaran pelaksanaan projek.} }