@thesis{thesis, author={Akhmad Jazuli and Sofiati Sofiati and Suryaningsih Susi}, title ={EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN SISTEM WFH (WORK FROM HOME) DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PENELAAH KEBERATAN DI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA}, year={2022}, url={http://eprint.stieww.ac.id/1851/}, abstract={Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi penerapan WFH terhadap kinerja pegawai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Obyek dalam penelitian ini adalah pegawai penelaah keberatan pada Direktorat DIY. Prosedur untuk mengumpulkan data melalui wawancara terhadap informan, menyimpan, memelihara, dan mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan WFH ini diikuti oleh seluruh pegawai kantor. Selama menerapkan kebijakan WFH pegawai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta tetap melakukan presensi secara digital menggunakan hp maupun komputer di rumah masing-masing. Pengaturan jadwal pegawai yang melaksanakan WFH dengan pegawai yang kebagian piket bekerja di kantor mendapatkan jadwal kerja yang sama yaitu dari jam 07.30 sampai dengan 17.00. Pegawai kantor menggunakan Whatsaap, Email dan Zoom sebagai alat kerja dan berkoordnasi dengan rekan kerja. Selama menerapkan WFH tetap terdapat pengukuran produktivitas kerja pegawai dengan dilihat dari laporan presensi kerja pegawai, agenda harian, lamanya waktu pelaksanaan pekerjaan dan output kerja atau hasil kerja pegawai selama WFH. Penerapan kebijakan WFH pada Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak sudah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. Dampak Positif. Pertama, Sistem kerja di rumah dapat memberi jam kerja yang lebih fleksibel. Kedua, Pegawai merasa aman dalam bekerja tanpa khawatir tertular Covid-19. Ketiga, Hubungan keluarga menjadi semakin dekat. Keempat, Operasional kerja Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta tetap berjalan tanpa khawatir kantor menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Dampak Negatif. Pertama, kebijakan WFH menjadikan kurangnya motivasi dalam bekerja. Kedua, Pegawai yang sudah biasa dengan situasi di tempat kerja yang konvensional menjadi lebih sulit saat berkomunikasi ataupun berkordinasi dengan teman kerja. Ketiga, Evaluasi kerja menjadi kurang efektif. Faktor-Faktor Pendukung Kebijakan Work From Home (WFH) di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta. Komunikasi efektif antar pegawai (implementor) selama bekerja dari rumah. Sumber daya yang berupa sumber daya manusia. Sikap implementor/pegawai yang mampu melaksanakan kebijakan dengan baik. Kata kunci: evaluasi penerapan WFH, kinerja} }