@thesis{thesis, author={Asa Chrisensiana Laka}, title ={Pengaruh Letak Sambungan Beton Dan Tulangan Longitudinal Pada Jarak Seper-Dua Bentang Terhadap Kekuatan Balok "T"}, year={2015}, url={http://eprints.itn.ac.id/11873/}, abstract={Pembangunan struktur pada bangunan gedung tidak dilaksanakan secara langusung, tetapi dilaksanakan secara bertahap karena dipengaruhi oleh faktor bahan maupun biaya. Sehingga dapat menyebabkan terjadinya sambungan antara beton baru dan beton lama yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Apabila letak sambungan tidak sesuai dengan perencanaan maka akan berakibat fatal pada bangunan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari pengaruh kuat lentur, kuat geser, lendutan, dan retak terhadap sambungan balok T pada seper- dua bentang. Penelitian ini menggunakan balok T dengan 2 variasi semple yaitu 3 balok T tanpa sambungan dan 3 balok T dengan letak sambungan beton dan tulangan longitudinal pada jarak seper-dua bentang untuk mendapatkan nilai lendutan, beban, dan retak yang terjadi pada balok. Berdasarkan hasil pengujian kuat lentur, kuat geser, lendutan, retak pada balok T tanpa sambungan dan balok T dengan jarak sambungan seper bentang didapatkan perbedaan yaitu nilai kuat lentur 82,41 %, beban puncak dua 77,41 %, Nilai kuat geser 77,42 %, beban puncak 83,36 %, Lendutan Amaks 77,42 %, Aruntuh 79,83 %, posisi retak yang terjadi pada tengah balok atau diposisi pemberian beban. Dari hasil pengujian sambungan beton dan tulangan longitudinal pada jarak seper-dua bentang tidak berpengaruh pada kekuatan balok. Sehingga dapat di aplikasikan kedalam struktur bangunan.} }