@thesis{thesis, author={Hasanah Titin Uswatun}, title ={PUSAT TENUN BIMA DI KOTA BIMA}, year={2020}, url={http://eprints.itn.ac.id/6123/}, abstract={Indonesia memiliki beragam budaya dan seni kriya, salah satunya adalah kain tenun yang tersebar keseluruh Nusantara. Setiap daerah memiliki kain tenun khasnya sendiri, termasuk Bima, Nusa Tenggara Barat. Isu-isu yang ada di wilayah Bima menjadi latar belakang dari perancangan Pusat Tenun Bima, antara lain Bima memiliki kain tenun yang erat dengan keseharian dan sejarah Bima; kegemaran generasi muda untuk melestarikan tenun Bima menurun; terdapat sentra tenun tertua Bima yang berada di Kampung Cempaka Indah Raba dengan pengetahuan dan strategi pemasaran yang rendah; serta sebagai kawasan budaya, kawasan Raba di Kota Bima belum memiliki space khusus untuk mewadahi potensi aktivitas menenun secara keseluruhan. Adapun permasalahan perancangannya adalah bagaimana menyediakan Pusat Tenun Bima sebagai sarana produksi, edukasi, promosi, dan pemasaran yang menjadi satu kesatuan dengan lingkungan dan potensi sosialkultural berupa tenun dengan mengintegrasikan tema neo vernakular yang berorientasi pada budaya setempat. Tujuan perancangannya adalah merancang Pusat Tenun Bima sebagai sarana produksi, edukasi, promosi, dan pemasaran yang menjadi satu kesatuan dengan lingkungan dan potensi sosialkultural berupa tenun dengan mengintegrasikan tema neo vernakular yang berorientasi pada budaya setempat dengan memperhatikan kondisi dan situasa masa sekarang. Pendekatan yang dilakukan melaluia pendalam ruang untuk mengetahui kebutuhan dan fasilitas untuk menunjang potensi sosialkultural berupa tenun serta pendalaman melalui bentuk sehingga menghadirkan bentuk dan tampilan yang memiliki karakter berlandaskan rumah adat daerah, dengan memanfaatkan kondisi lingkungan yang masih erat dengan kegiatan-kegiatan lokal yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan.. Dengan demikian, Pusat Tenun Bima ini sebagai wujud pelestarian dan mendukung potensi tenun Bima sebagai salah satu tujuan wisata budaya dengan menyediakan fasilitas menenun yang nyaman dan memadai.} }