@thesis{thesis, author={Saputra Mohammad Delvi}, title ={PUSAT REHABILITASI NARKOBA DI KOTA BATU}, year={2020}, url={http://eprints.itn.ac.id/6163/}, abstract={Narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis. Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan yang dilakukan tidak untuk maksud pengobatan, tetapi karena ingin menikmati pengaruhnya, dalam jumlah berlebih yang secara kurang teratur, dan berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosialnya. Pasal 54 UndangUndang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan bahwa: Pecandu narkotika dan korban penyalahguna narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis atau rehabilitasi sosial. Oleh karena itu salah satu sarana yang dapat merehabilitasi dan merawat pengguna narkoba dari adiksi adalah Pusat Rehabilitasi Narkoba.Optimalisasi fungsi Pusat Rehabilitasi Narkoba menggunakan pendekatan arsitektur perilaku dengan harapan agar terbentuk hubungan yang harmonis antara fungsi ruang dengan perilaku pengguna. Perumusan konsep dan rancangan untuk fasilitas tersebut berasal dari karakter perilaku, Hubungan antar ruang dalam pusat rehabiltasi harus diatur dengan baik agar pengguna bangunan khususnya pecandu dapat berinteraksi dengan sesama pecandu atau dengan petugas pusat rehabilitasi dengan baik agar dapat mendukung proses penyembuhan. Didukung dengan tapak yang memiliki view yang baik, kondisi iklim yang nyaman, serta akses yang mudah dicapai dapat sesuai dengan prinsip-prinsip Arsitektur Perilaku. Dengan demikian dapat diambil rumusan permasalahan yaitu bagaimana wujud perancangan tata ruang luar dan tata ruang dalam Pusat Rehabilitasi Narkoba di Kota Batu sesuai dengan standar BNN dengan pendekatan studi arsitektur perilaku (psikososial) agar tercipta suasana interaktif pada ruang-ruangnya.} }