A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: fopen(/home/rama/public_html/application/cache/sessions/rama_sessionpas2h197mhfopt8bkqha47lm43iapque): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 174
Backtrace:
File: /home/rama/public_html/application/core/MY_Controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/application/controllers/Document.php
Line: 6
Function: __construct
File: /home/rama/public_html/index.php
Line: 296
Function: require_once
@thesis{thesis,
author={TABE THERESIA SERO},
title ={IDENTIFIKASI POLA RUANG PERMUKIMAN
BERDASARKAN RITUAL ADAT NGGUA DI KAMPUNG
ADAT SAGA KECAMATAN DETUSOKO KABUPATEN
ENDE},
year={2020},
url={http://eprints.itn.ac.id/6343/},
abstract={Upacara ritual atau ceremony merupakan sistem aktivitas atau rangakaian
tindakan yang ditata oleh adat atau hukum yang berlaku dalam masyarakat
yang biasanya terjadi dalam masyarakat yang bersangkutan. Ritual
ditunjukan sebagai peristiwa publik yang ditampilkan pada tempat tempat
khusus (sacral places) atau ada waktu tertentu. Salah satu bagian penting
dalam ritual adalah rites of passage yang merujuk pada: kelahiran, puber,
perkawinan, kematian, dan berbagai peristiwa krusial lain yang merupakan
perubahan atau transisi dalam kehidupan seseorang. Permukiman merupakan
setting tempat masyarakat beraktifitas. Pola permukiman adat di Kabupaten
Ende selalu dilihat dalam hubungan dengan tempat asal manusia pertama
suku Ende Lio yaitu gunung Lepembusu yang menjadi ujung permukiman
adat Suku Ende-Lio yang selalu mengarah ke Gunung Lepembusu dan arah
berlawanan mengarah ke daerah paling rendah yaitu lautan dan
mempertahankan keseimbangan antara dua titik ekstrim, dan kaitannya
dalam permukiman yaitu ulu (kepala) dan eko (hilir) dan terdapat puse (pusat)
sebagai pusat permukiman adat. Penelitian ini bertujuan untuk
Mengidentifikasi pola ruang permukiman berdasarkan ritual adat Nggua di
Kampung Adat Saga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende, dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan karakteristik ritual adat
menggunakan metode deskriptif yang memberikan gambaran atau uraian atas
suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang
diteliti. Selanjutnyan dilakukan analisa Behavior Mapping untuk mengetahui
pembentukan ruang permukiman berdasarkan ritual Nggua. Hasil yang
didapatkan dari tahapan analisa adalah terdapat 7 (tujuh) karakterikstik
kegiatan dengan pembagian lokasi, pelaku, benda yang digunakan dan fungsi
yang berbeda ? beda. Ruang-ruang yang digunakan dalam ritual pada saat
terjadinya kegitan ritual nggua adalah : tempat upacara (keda kanga), Rumah
adat inti (sa?o keda), Rumah adat suku wolo (sa?o embu wolo), Rumah adat
suku limbu (sa,o embu limbu), Kubur batu, Rumah adat pendukung, Gereja,
dan Rumah masyarakat. Serta pola permukiman kampung adat saga adalah
pola permukiman memusat. Dimana orientasi rumah-rumah atau bangunan
yang bersifat personal memusat pada tempat-tempat berkumpul bagi masingmasing suku atau keluarga (rumah adat), dimana hirarkinya ditandai dengan
keberadaan tempat upacara (keda kanga) yang merupakan pusat permukiman
dengan wujud fisik berupa ruang terbuka yang berada di tengah kampung
adat saga.}
}