@thesis{thesis, author={Hari Ivan octavan}, title ={Pemanfaatan foto udara UAV dan SIG untuk analisis daerah rawan longsor dengan parameter kelerengan, jenis tanah, curah hujan, geologi, dan penggunaan lahan}, year={2022}, url={http://eprints.itn.ac.id/8741/}, abstract={PEMANFAATAN FOTO UDARA UAV DAN SIG UNTUK ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN PARAMETER KELERENGAN, JENIS TANAH, CURAH HUJAN, GEOLOGI, DAN PENGGUNAAN LAHAN Octavan Hari 162.25.002 Dosen Pembimbing I : M. Edwin Tjahjadi, ST,M.Geom.Sc., Ph.D. Dosen Pembimbing II : Hery Purwanto, ST , MSc. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah yang secara geologi memiliki bentuk permukaan tanah berbukit dengan kelerengan tanah yang cukup curam. Bencana tanah longsor berdampak pada lingkungan fisik dan sosial budaya, sehingga masyarakat perlu melaksanakan strategi penghidupan untuk tetap bertahan di daerah bencana, selain itu faktor-faktor yang mempengaruh terjadinya longsor yaitu jens tanah, kelerengan, curah hujan, penggunaan lahan, dan geologi. Analisis kerawanan longsor ini ditentukan berdasarkan lima parameter yaitu jens tanah, kelerengan, curah hujan, penggunaan lahan, dan geologi. Dengan nilai skoring dan pembobotan untuk menentukan nilai tingkat kerawanan longsor dengan mengguanakan metode overlay intersect. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa nilai kerawanan longsor yang diketahui pada lokasi penelitian yang berada di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. dari warna dan nilai skoring, dengan tingkat kerawanan longsor sangat rawan berwarna merah dengan nilai skor 9 untuk tingkat kerawanan longsor sedang berwarna hijau dengan nilai skor 2. Kata Kunci : Kerawanan Longsor, Overlay Intersect, Jens Tanah, Kelerengan, Curah Hujan, Penggunaan Lahan, Dan Geologi, Desa Pandansari,} }