@thesis{thesis, author={Pamungkas Endah Ayu}, title ={PENGARUH GRATITUDE TRAINING TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN MILENIAL DI PERUSAHAAN X}, year={2022}, url={http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/15613/}, abstract={Karyawan milenial yang memiliki subjective well-being akan menunjukkan rasa puas dan bahagia terhadap kejadian yang ada di lingkungan kerja. Subjective well-being diartikan sebagai penilaian kesejahteraan subjektif seorang individu untuk memandang pengalaman masa lalu. Individu yang memiliki subjective well-being tinggi akan mampu mengenali dan mengakui kebaikan yang terjadi pada setiap permasalahan yang dialami sehingga dapat memunculkan perasaan positif ketika menyikapi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah gratitude training mampu meningkatkan subjective well-being pada karyawan milenial. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dengan karakteristik yaitu karyawan milenial di Perusahaan X yang lahir antara tahun 1982 hingga 2002 dan masuk ke dalam kategori subjective well-being rendah hingga sedang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan skala sebagai alat pengumpulan data. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala subjective well-being (SWLS dan SPANE) dan menggunakan intervensi gratitude training. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data independent sample t-test dan paired sample t-test. Analisis independent sample t-test menunjukkan nilai t adalah 19.625 dengan p yaitu 0.000 (p<0.05), nilai mean posttest kelompok eksperimen yaitu 76.60 dan nilai mean posttest kelompok kontrol yaitu 23.50, dengan demikian subjective well-being kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Analisis paired sample t-test menunjukkan nilai t adalah -10.218 dengan p yaitu 0.000 (p<0.05), nilai mean pretest yaitu 51.10 dan mean posttest yaitu 76.60, dengan demikian subjective well-being pada kelompok eksperimen sesudah diberi perlakuan lebih tinggi daripada sebelum diberi perlakuan. Temuan ini memberikan bukti bahwa gratitude training mampu meningkatkan subjective well-being pada karyawan milenial.} }