@thesis{thesis, author={SULISTIYANTO FIRASHIN ESA NADYA}, title ={SKRIPSI UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN JALAN PADA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) (STUDI KASUS SIMPANG 4 DAMRI JL. AHMAD YANI KOTA SURAKARTA)}, year={2020}, url={http://eprints.pktj.ac.id/2139/}, abstract={Berdasarkan hasil analisis data kecelakaan yang berasal dari Polresta Kota Surakarta selama 4 (empat) tahun terakhir, jalan Ahmad Yani menempati peringkat kedua daerah rawan kecelakaan di Kota Surakarta tepatnya di Simpang empat Damri. Jalan Ahmad Yani mempunyai fungsi jalan arteri primer yang dilewati oleh semua kendaraan mulai dari sepeda motor hingga kendaraan berat dan menjadi kawasan perkotaan. Tingginya volume lalu lintas yang ada pada ruas jalan ini, maka diperlukan jalan dan perlengkapan jalan yang memadai untuk meningkatkan keselamatan dengan melakukan upaya peningkatan keselamatan jalan dengan Inspeksi Keselamatan Jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil upaya peningkatan keselamatan jalan dan mengidentifikasi hazard dengan tingkat resikonya yang selanjutnya diberikan usulan penanganan untuk menciptakan jalan yang berkeselamatan. Metode yang digunakan untuk menilai tingkat risiko dalam penelitian ini adalah hazard identification risk assessment (HIRA) yang digunakan untuk menilai tingkatan risiko dalam penilaian ini, berdasarakan perbandingan tingkat kemungkinan terjadinya suatu resiko (occurrence) dengan tingkat keparahan terjadinya risiko (severity) yang dikemukakan dalam AS/NZS 4360:2004. Hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini adalah ditemukan terkait perlengkapan jalan yang masih berfungsi maupun yang tidak berfungsi. Untuk hasil identifikasi hazard dan penilaian resiko hazard ditemukan bahwa Simpang Damri jalan Ahmad Yani Kota Surakarta terdapat 10 temuan hazard dengan risk level moderate, risk level high, dan risk level extreme. Upaya peningkatan keselamatan pada simpang empat Damri yaitu memberi usulan yang dapat diberikan untuk mereduksi potensi kecelakaan seperti dengan memberikan metode enforcement atau penegakan hukum, metode education atau memberikan edukasi sosialisasi keselamatan, memberi metode engineering , melakukan manajemen hazard, serta manjemen kecepatan demi meminimlisir kecelakaan yang terjadi akibat kurang terkontrolnya kecepatan kendaraan.} }