@thesis{thesis, author={SYAHPUTRA HENDRA ALFIAN}, title ={ANALISIS PENGARUH PENCAMPURAN CETANE BOOSTER PADA DEXLITE TERHADAP HASIL UJI EMISI GAS BUANG}, year={2024}, url={http://eprints.pktj.ac.id/2859/}, abstract={Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya mulai dari tahun 2020 hingga 2022. Berbagai macam kendaraan bermotor mengalami peningkatan jumlah. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi di Indonesia menjadi salah satu penyebab terjadinya polusi udara. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kendaraan Bermotor baik kendaraan pribadi dan logistik menyumbang 32-57 % terhadap Particulat Meter (PM) 2.5 atau partikel udara yang berukuran 2.5 mikrometer. Salah satu penyebab tingginya hasil emisi gas buang kendaraan bermotor adalah sistem pembakaran pada mesin kendaraan bermotor yang tidak sempurna. Alternatif cara untuk untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor adalah pencampuran zat aditif dengan bahan bakar. Dengan dicampurkannya zat aditif pada bahan bakar akan mengakibatkan pembakaran pada mesin menjadi lebih sempurna dan dapat mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan adalah jenis penelitian eksperimen. Kendaraan yang digunakan pada penelitian ini adalah Isuzu Panther Turbo dan Isuzu Panther Non Turbo. Zat aditif yang akan diuji adalah Cetane Booster merk PTT Lubricants SUPER D-BOOSTER dengan takaran 3%, 4% dan 5% yang dicampurkan dengan 2 liter Dexlite. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil pengujian emisi gas buang opasitas, CO, HC, CO2, O2 sebelum dan sesudah pencampuran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pencampuran zat aditif cetane booster dapat berpengaruh pada hasil pengujian emisi gas buang kendaraan Isuzu Panther Turbo dan Non Turbo. Penurunan emisi paling signifikan terjadi pada campuran 5%. Campuran 5% zat aditif cetane booster atau 8,1ml untuk 2 liter bahan bakar menjadi rekomendasi untuk memperbaiki kadar emisi gas buang yang dihasilkan oleh Isuzu Panther Turbo dan Non Turbo menjadi lebih rendah.} }