@thesis{thesis, author={Fitriani Aish}, title ={FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SAMPO KOMBINASI EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius) DENGAN CARBOXY METHYL CELLULOSA SEBAGAI VISCOSITY AGENT}, year={2024}, url={http://eprints.poltektegal.ac.id/4583/}, abstract={Sampo merupakan sediaan yang digunakan untuk mencuci rambut agar kulit kepala dan rambut menjadi bersih dan sehalus mungkin menjadi lembut. Ekstrak daun nangka dan ekstrak daun pandan mengandung flavanoid berfungsi mengangkat kotoran agar rambut lebih bersih, dan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh berbedaan konsentrasi CMC kombinasi ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) dan ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius) terhadap sifat fisik sediaan shampo dan untuk mengetahui konsentrasi sediaan shampo menghasilkan sifat fisik yang paling baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun nangka dan daun pandan dilakukan secara maserasi. Formula yang dibuat dengan perbedaan konsentrasi CMC yaitu 0,25% (F1), 0,50% (F2) dan 0,75% (F3) dengan uji sifat fisik yaitu organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, bobot jenis dan uji viskositas menggunakan Analisis sifat fisik sediaan shampo secara deskriptif menggunakan one way anova. Berdasarkan hasil uji sifat fisik yang diperoleh, dari formula 1, formula 2 dan formula 3 pada uji homogenitas ketiga formula memenuhi kriteria homogen untuk sediaan shampo, pada uji pH ketiga formula berada pada pH standar yaitu 6, pada uji tinggi busa ketiga formula memenuhi kriteria pada range standar yaitu F1 (9.8 cm), F2 (10,5cm), dan F3 (10 cm) terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi CMC terhadap signifikansi (P<0,05), pada uji bobot jenis ketiga formula memenuhi kriteria yaitu F1 (1,031g/ml), F2 (1,033 g/ml), dan F3 (1,026 g/ml) terdapat pengaruh perbedaan konsentrasi CMC terhadap signifikansi (P<0,05), sedangkan pada uji viskositas tidak ada pengaruh perbedaan konsentrasi CMC terhadap signifikansi (P>0,05). Konsentrasi yang menunjukan hasil uji paling baik adalah 0,75% (Formula 3) karena semua tabel memenuhi standar uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa, dan uji bobot jenis.} }