@thesis{thesis, author={Syaharanibasir Nafisha Dila}, title ={ANALISIS KINERJA KEUANGAN DITINJAU DARI LAPORAN REALISASI ANGGARAN PADA DINAS KOPERASI UKM DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TEGAL}, year={2024}, url={http://eprints.poltektegal.ac.id/5009/}, abstract={Nafisha Dila Syaharanibasir. 2024. Analisis Kinerja Keuangan Ditinjau dari Laporan Realisasi Anggaran Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal. Program Studi: Diploma III Akuntansi. Politeknik Harapan Bersama. Pembimbing I: Ririh Sri Harjanti, S.E, M.M., BKP. Pembimbing II: Krisdiyawati, S.E, M.Ak, Ak. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) adalah dokumen yang memberikan informasi tentang penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah daerah, dengan membandingkan anggaran yang telah direncanakan dengan realisasinya selama periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal selama periode 2019-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian, rasio kemandirian dan rasio pertumbuhan. Data diperoleh melalui studi lapangan dengan menggunakan teknik studi pustaka, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa tingkat efektivitas pengelolaan keuangan selama tahun 2019-2023 tergolong sangat efektif karena penerimaan yang tetap stabil dengan nilai rata-rata mencapai 110,90% dari target yang ditetapkan. Namun, tingkat efisiensi selama tahun 2019-2023 tergolong tidak stabil, dengan nilai rata-rata 95,37% yang mengindikasikan adanya potensi pemborosan anggaran dalam pengeluaran. Tingkat keserasian dalam alokasi belanja juga dinilai kurang optimal, karena lebih cenderung diarahkan pada belanja operasional daripada belanja pembangunan. Meskipun demikian, tingkat kemandirian keuangan daerah sudah tergolong tinggi, menunjukkan kemampuan untuk mendanai kebutuhan operasional tanpa ketergantungan yang besar pada sumber eksternal. Namun, tingkat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami fluktuatif, sementara Belanja masih cenderung mengalami pertumbuhan yang negatif, menandakan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas keuangan daerah.} }