@thesis{thesis, author={A'yunin Hamza Qurrota}, title ={Keefektifan teknik bibliocounseling muatan cerita rakyat untuk mereduksi perilaku agresif siswa}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/62181/}, abstract={Kurikulum pendidikan saat ini mengajak siswa untuk memiliki nilai-nilai pancasila, self compassion atau welas asih adalah sikap atau perilaku yang terkandung dalam nilai-nilai pancasila. Sekarang ini sikap tersebut semakin berkurang pada diri siswa saat ini dan berganti dengan sikap atau perilaku agresif. Perilaku agresif pada remaja terjadi karena banyak faktor yang menyebabkan atau mempengaruhinya, diantaranya yaitu faktor lingkungan, pengaruh pergaulan yang negatif, pengawasan orang tua yang kurang, pengaruh tayangan kekerasan, dan cara berpikir remaja yang cenderung impulsif. Guru BK memiliki peran penting di sekolah untuk dalam menangani perilaku agresif ini. Layanan konseling kelompok teknik bibliocounseling bisa menjadi alternatif guru BK dalam mengurangi perilaku agresif siswa. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bibliocounseling muatan cerita rakyat Ronggolawe dalam mereduksi perilaku agresif siswa. Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design type one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII I SMPN 1 Palang Tahun Ajaran 2023/2024 sebanyak 294 siswa, sedangkan sample dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala perilaku agresif dengan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan analisis data, diketahui bahwa skor mean pretest sebesar 93,875 dan perolehan skor mean posttest sebesar 62,125 dikuatkan dengan hasil uji Wilcoxon sebesar 0,012 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan setelah dilaksanakannya layanan teknik bibliocounseling muatan cerita rakyat Ronggolawe dapat dikatakan efektif untuk mengatasi permasalahan perilaku agresif siswa. Diharapkan dari penelitian ini bisa menjadi alternatif solusi untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, khususnya dengan topik perilaku agresif.} }