@thesis{thesis, author={Widiyanti Atma}, title ={Karakteristik Fisiko-Kimia dan Organoleptik Sosis Analog Tepung Kacang Hijau (Vigna radiata) dan Tepung Sukun (Artocarpus altilis)}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/62392/}, abstract={Makanan berserat tinggi ditemukan pada kacang-kacangan. Kacangkacangan mengandung protein dan serat salah satunya adalah kacang hijau. Tepung kacang hijau mengandung protein dan serat yang tinggi. Sukun merupakan sumber serat dan karbohidrat tinggi. Tepung sukun memiliki kandungan pati dan serat yang tinggi. Sosis analog merupakan makanan yang mengandung tinggi protein nabati dengan tekstur yang kenyal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik sosis analog berbahan baku tepung kacang hijau dan tepung sukun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL), komponen yang diteliti adalah perbandingan tepung kacang hijau dan tepung sukun (100%, 75%, 50%, 25%, dan 0%). Parameter yang diamati meliputi uji kadar air, protein, serat kasar, abu, lemak, karbohidrat, OHC(Oil Holding Capacity), WHC(Water Holding Capacity) dan organoleptik dengan metode uji hedonik yaitu uji kesukaan terhadap rasa, warna, kekenyalan, aroma, penampakan dan tekstur. Analisis yang digunakan one way ANOVA, kemudian dilakukan uji duncan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang sigifikan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sosis analog 52,06%-65,2%, abu 1,70%-2,00%, lemak 1,26%-4,75%, protein 3,10%-7,55%, karbohidrat 28,57%- 34,28% serat kasar 11,5%-22,76%. Analisis fisik pada sosis analog pada tekstur TPA Cohesivenes 0,34-0,45, Springiness 0,68-0,78, Chewiness 5,85-13,36, Hardness 27,25-43,45, Gumminess 8,58-17,84, Adhesiveness 0,07-0,26 WHC 58,77-96,46, OHC 10,36-21,22, warna (L*) kecerahan 42,91-70,16, warna (a*) merah-hijau (-)2,41- 4,57, warna (b*) kuning-biru 7,17-42,00. Formulasi sosis analog yang disukai panelis adalah sampel F3 (50%:50%) tepung kacang hijau dan tepung sukun adalah 3,37 (agak suka).} }