@thesis{thesis, author={Ilmia Nisrien}, title ={Isolasi dan identifikasi senyawa aktif antioksidan dari antidiabetes dari biji kalangkala (litsea angulata) menggunakan metode bioasay fractionation serta elusidasi strukturnya}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/62856/}, abstract={Biji buah kalangkala (Litsea angulata) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional di daerah Kalimantan, dan tanaman ini dilaporkan mengandung berbagai senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa fenolik dan flavonoid merupakan senyawa yang berperan dalam aktivitas antioksidan pada tanaman. Selain itu, senyawa fenolik juga diketahui mampu melindungi sel beta pankreas dan menjaga kadar insulin dalam tubuh. Penemuan bahan aktif baru dengan efek farmakologis diperlukan untuk meningkatkan efektivitas serta meminimalkan toksisitas dari obat yang telah ada. Untuk itu, penemuan obat baru perlu dilakukan melalui isolasi senyawa. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan isolasi senyawa antioksidan dan antidiabetes serta menentukan struktur senyawanya sebagai kandidat bahan aktif farmasi. Isolasi senyawa dilakukan dengan teknik bioassay guided fractionation dengan aktivitas penangkal radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan aktivitas ?-glukosidase sebagai pemandu. Kajian aktivitas antioksidan dan antidiabetes dilakukan terhadap ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol biji buah kalangkala. Sedangkan isolasi senyawa dilakukan dengan teknik flash chromatograpy dan identifikasi penetapan struktur molekul dilakukan dengan NMR (Nuclear Magnetic Resonance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol memiliki aktivitas antioksidan dan antidiabetes tertinggi dengan nilai IC50 antioksidan dan aktivitas ?-glukosidase masing-masing sebesar 32.84+1.51 ppm dan 6.84+12.86 U/L. Pemisahan fraksi metanol menghasilkan 6 sub fraksi, dengan sub fraksi 6 sebagai antioksidan terbaik (IC50 7.36+0.47 ppm) dan sub fraksi 3 sebagai antidiabetes terbaik (aktivitas ?-glukosidase 4.88+10.69 U/L). Isolat yang diperoleh dari proses pemisahan dengan kromatografi kolom berupa serbuk berwarna putih, dan berdasarkan elusidasi struktur menggunakan 1H-NMR dan 13C-NMR, isolat tersebut teridentifikasi sebagai ?-Sitosterol (C29H50O).} }