@thesis{thesis, author={Assidiq Alwi Mubarok}, title ={Analisis 'Arud qafiyah dan pemahaman santri terhadap nazam kitab Syifa' Al-Jinan}, year={2024}, url={http://eprints.uad.ac.id/62937/}, abstract={Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ?Ar?? dan perubahannya serta q?fiyah dan jenisnya dalam na?am Syifa' Al-Jinan. Selain itu juga untuk menggali pemahaman santri terhadap na?am Syifa' Al-Jinan dari segi ilmu ?Ar?? dan q?fiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dan penelitian lapangan jenis penelitiannya ialah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk menganalisis na?am dengan taqti?, dan teknik wawancara dan penyebaran tes untuk mendapatkan pemahaman santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta terhadap na?am Syifa' Al-Jinan dari segi ilmu ?Ar?? dan q?fiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis ?Ar?? yang meliputi ba?r dan perubahannya yaitu zi??f dan illah, ditemukan pola atau ba?r yang digunakan yaitu ba?r rajaz dengan wazan ??????? ??????? ??????? # ??????? ??????? ???????. Hasil taqti? dari 41 bait na?am Syif?' Al-Jin?n terdapat dua zi??f yaitu zi??f mufrad dan murakkab. Pada zi??f mufrad, ditemukan dua macam yaitu zi??f Khabn terdapat pada beberapa bait na?am yang berjumlah 41 bait, kecuali pada bait na?am ke 6, 8, 9, 11, 13, 17, 27 dan 28. Zi??f tayyu terdapat pada 21 bait na?am yaitu bait ke 1, 5, 8, 10, 11, 12, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 25, 28, 29, 31, 32, 33, 34, 39,41. ?Illah yang ditemukan ialah ?illah Naqs al-qata? berjumlah 12 yaitu pada bait 2, 3, 6, 13, 19, 22, 25,35, 38, 39, 40 dan 41. Bentuk kata q?fiyah yang ditemukan empat bentuk kata yaitu q?fiyah sebagian kata yang terdapat 8 bait, q?fiyah satu kata terdapat dalam 16 bait, q?fiyah satu setengah kata yang terdapat dalam 7 bait dan q?fiyah dua kata terdapat pada 10 bait. Analisis pemahaman santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta terhadap na?am Syif?' al-Jin?n terkait ilmu ?Ar?? dan q?fiyahnya diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman santri nilainya cukup, tetapi belum maksimal. Hal ini karena pada kenyataannya, santri lebih memahami praktek dalam lalaran na?am Syif?' al-Jin?n daripada teori yang dipakai dalam lalaran yaitu ilmu ?Ar?? dan q?fiyah.} }